Violetcampus’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Paypal baru

New Withdrawal &  Receiving features are now available!
Withdraw Funds to Your Debit or Credit Card
We’re pleased to announce the launch of a new withdrawal feature, allowing you to transfer funds from your PayPal account to your Visa branded debit card or credit card.

Receive Money in Indonesia & the Philippines
In addition to the existing sending money capabilities and the new withdrawal features, registered members in the Philippines and Indonesia can now receive funds from 190 markets and 17 currencies.

Important: You’ll need to be a verified member to use the new withdrawal feature.”

Kurang lebih setahun lalu, paypal menerima member dari Indonesia tapi hanya bisa untuk melakukan pembayaran dan belum bisa menerima transfer serta withdrawal, sehingga jika kita menerima pendapatan dalam dollar dari paypal tidak bisa langsung dicairkan. Di bulan Oktober 2007, PayPal memutuskan untuk mengeluarkan Indonesia dari daftar hitamnya. Mulai saat ini Account Paypal Indonesia selain bisa digunakan untuk pembayaran menggunakan kartu kredit juga diberi ruang untuk menerima payment serta melakukan withdrawal ke kartu kredit dan debit Indonesia (VISA dan Mastercard). Mulai sejak itu anggota paypal dari Indonesia dapat kirim uang dan request uang juga.

Tentu saja berita ini cukup membuat lega banyak online marketer Indonesia. Kepercayaan paypal terhadap pengguna jasanya dari Indonesia ini sebaiknya dijaga jangan sampai kembali terpuruk ke dalam daftar hitam (black list) yang akan banyak membatasi ruang gerak pemain online marketing dari Indonesia. Ini adalah suatu kemajuan bagi Indonesia, artinya kepercayaan terhadap orang Indonesia sedikit meningkat. Oleh karena itu kita patut menjaga kepercayaan ini dengan berbisnis yang bersih.

Syarat untuk bisa menarik uang ialah memiliki kartu kredit yang berlogo Visa atau MasterCard.  Tetapi bagi Anda yang memiliki kartu kredit, debit, atau ATM yang berlogo visa atau mastercard silahkan mencoba (kalau account paypal anda sudah ada dananya). Biaya yang dikenakan untuk menarik uang melalui kartu kredit ialah US$5 untuk setiap penarikan. Anda bisa menarik uang secara gratis jika Anda memiliki rekening bank di USA. Jadi menarik uang melalui rekening bank USA adalah salah satu alternatif untuk menarik uang dari paypay. Dulu, Anda harus mengaku-ngaku orang Amerika agar bisa menarik uang, tetapi sekarang tidak perlu.

Bagi Anda yang belum mengenal paypal, paypal adalah alat transaksi internasional dimana Anda bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit atau rekening paypal lain. Yah, Anda secara instant bisa menerima pembayaran kartu kredit. Dengan rekening paypal Anda bisa mengikuti berbagai peluang bisnis international dimana pembayaran relatif lebih mudah. Anda belum memiliki rekening paypal? Silahkan mendaftar paypal disini, gratis.

Juli 1, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | ilmu pengetahuan, internet | , | No Comments Yet

Tumbuhkan Kembali Semangat Membina

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَاداً لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ (آل عمران:79)

“… jadilah kalian orang-orang rabbani disebabkan kalian senantiasa mengajarkan Al Qur-an dan mempelajarinya” (QS.3:79).

Ikhwan dan akhwat fillah, dakwah merupakan kemestian dan kebutuhan yang akan terus berjalan dengan atau tanpa kita. Hanya alangkah ruginya hidup tanpa dakwah dan betapa egoisnya membiarkan dakwah berjalan tanpa kita. Mentarbiyah atau membina merupakan bagian penting dari kerja dakwah. Meninggalkan pembinaan berarti memperlambat lajunya dakwah. Tetapi membina berarti mempercepat tercapainya target-target dakwah dan melanggengkan proses-proses berikutnya.

Mencermati keadaan adanya sejumlah aktivis dakwah yang dahulu begitu rajin dan bersemangat namun kini nampak melunak dan membatasi dirinya untuk hanya menangani satu kelompok saja atau bahkan tidak membina sama sekali maka perlu adanya penyikapan yang jelas tentang hal tersebut.berikut ini ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjadi bahan renungan guna mencegah semakin menggejalanya realitas mengendurnya semangat membina di kalangan aktivis.

Pertama, bahwa dahulu ketika kita digiatkan dengan kerja keras meningkatkan kuantitas kader adalah dimotivasi pemahaman kita tentang nash-nash Qur-an dan hadits. Bahwa rabbaniyyun (ketaqwaan yang prima dapat dicapai lewat mengajarkan dan terus belajar (QS. 3:79). Bahwa keberhasilan kita mengajar seseorang kepada kebaikan lebih berharga ketimbang domba gemuk yang segar atau dunia dan seisinya (Al Hadist). Bahwa merupakan jalan hidup Rasulullah yang mesti kita teladani (QS. 12:108, 33:21)

Kedua, bahwa nash memperingatkan kepada kita bahwa anak dan harta merupakan ujian bagi kita. Anak adalah buah hati yang membuat kita ingin selalu menjaga dekat dengannya dan menghawatirkan kesehatan dan keselamatannya. Dulu ketika belum punya anak atau jumlah mereka belum banyak (kurang dari 3) kita masih disibukkan dengan banyaknya halaqah. Namun tatkala jumlah anak semakin bertambah agaknya waktu kita semakin padat sehingga tugas-tugas membina mulai terkurangi dengan alasan mendidik anak. Hartapun demikian, kita butuh harta untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meluas (makan, pakain, tempat tinggal, pendidikan, hiburan dlsb.) sehingga mulailah kita mengurangi aktivitas dakwah, termasuk membina di antaranya dan memperbanyak aktivitas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. Pembinaanpun akhirnya semakin  terpinggirkan. Kita sediakan waktu sisa kita yang dipenuhi dengan keletihan untuk membina dan itupun dengan persiapan yang ala kadarnya. Sehingga dapat dibayangkan betapa kurang efektifnya pembinaan yang akan berjalan. Bahkan terkadang kita menggeser atau lebih mengenaskan lagi, membatalkan pertemuan dengan binaan karena kesibukan kerja dan pada akhirnya sisa satu halaqahpun kita transfer kepada rekan kita yang kita anggap lebih memiliki waktu luang ketimbang kita.

Ketiga, benarkah memang pembinaan yang harus dikorbankan karena keterpaksaan yang tak bisa dihindari (darurat) ataukah sebenarnya kita yang sudah mulai jenuh membina dan ingin cuti lama atau bahkan pensiun di usia dini. Alangkah sayangnya potensi yang penah berhasil menangani belasan halaqah harus diistirahatkan untuk waktu yang entah sampai kapan.

Ikhwan dan akhwat fillah, ketimbang orang lain mungkin memang kita lebih mengenali kenyataan diri dan apa yang terbaik bagi kita dan keluarga. Maka maafkanlah kami bila terlalu lancang meminta kesadaran untuk bernostalgia kembali, mengenang kenikmatan menangani banyak halaqah di masa lalu dan lantas mengajak untuk berkorban menyediakan waktu lebih lama dan menyalakan semangat lebih terang guna menyemarakkan kembali pembinaan.

Ikhwan dan akhwat fillah, berkenaan telah dikumandangkannya ‘Am Tarbawi marilah kita menyambutnya dengan meramaikan kembali rumah kita dengan kehadiran kader-kader dakwah. Membuat anak-anak kita senang dan bangga dengan kekayaan murid ayah dan ibunya (meskipun kita belum dapat menyenangkan mereka dengan kekayaan harta dan kesenangan dunia lainnya). Jadikanlah suasana rumah lebih merdu dengan dentingan gelas minuman yang kita sajikan untuk mereka dan keberkahan yang melekat di seluruh penjuru ruangan dengan lantunan tilawah Qur-an puluhan suara-suara bening binaan-binaan kita.

“Barangsiapa mewariskan kebiasaan-kebiasaan baik maka dia akan mendapatkan terus pahala dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh yang mengikutinya” (Al Hadits)

Juni 29, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | enterprenuer, ilmu pengetahuan, syareah | , | No Comments Yet

MEMBEDAH PERUT UNTUK MENGELUARKAN BAYI

Oleh
Syaikh Abddurrahman As-Sa’di

Pertanyaan.
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ditanya : “Apakah boleh membedah perut mayat wanita hamil untuk mengeluarkan bayi yang masih hidup?”

Jawaban.
Boleh, demi kemaslahatan dengan tidak menimbulkan kerusakan, dan perbuatan itu tidak termasuk melakukan penyiksaan terhadap mayat. Saya pernah ditanya tentang seorang wanita yang meninggal yang di dalam perutnya terdapat bayi yang masih hidup, apakah perut wanita itu harus dibedah untuk mengeluarkan bayi itu atau tidak ? Saat itu saya menjawab : Hal ini telah diketahui dari apa yang dikatakan oleh para ulama rahimahullah, mereka mengatakan : Jika seorang wanita hamil meninggal dan di dalam perutnya terdapat bayi yang masih hidup maka haram hukumnya membedah perut wanita itu, akan tetapi dengan cara pengobatan dan memasukkan tangan untuk mengambil janin bayi jika masih bisa diharapkan untuk hidupnya. Jika terdapat halangan dalam melaksanakan hal itu maka mayat itu tidak dikubur dahulu hingga bayi yang di dalam perutnya itu mati. Jika sebagian tubuh bayi itu telah keluar dalam keadaan hidup maka untuk mengeluarkan bagian lainnya, boleh dengan cara membedah perut mayat jika diperlukan.

Pendapat para ahli fiqih ini didasari dengan suatu ketetapan hukum, bahwa perbuatan semacam itu berarti penyiksaan terhadap mayat yang pada dasarnya diharamkan melakukan penyiksaan terhadap mayat, kecuali jika dalam melakukan perbuatan ini terdapat kemaslahatan yang besar dan nyata, yaitu jika sebagian tubuh bayi telah keluar dan dalam keadaan hidup, maka boleh mengeluarkan bagian lainnya dengan cara membedah perut, karena dengan demikian berarti ada kemaslahatan bagi bayi yang akan dilahirkan. Artinya, jika bedah tidak dilakukan maka akan menimbulkan bahaya baru bagi si bayi, dalam keadaan seperti ini kepedulian terhadap yang hidup harus lebih banyak dan lebih besar dari pada yang telah meninggal.

Akan tetapi pada zaman ini ilmu kedokteran telah semakin canggih, di mana proses pembedahan perut atau sebagian tubuh lainnya tidak termasuk penyiksaan terhadap mayat, sehingga hal itu dapat dilakukan pada manusia hidup dengan seizin dan kehendak mereka yang kemudian disertai dengan berbagai macam pengobatannya.

Maka kemungkinan besar ahli fiqih itu, bila menyaksikan kecanggihan ilmu kedokteran saat ini, akan menetapkan hukum dibolehkannya membedah perut mayat wanita hamil yang didalamnya terdapat bayi yang masih hidup, terutama bila telah selesai masa kehamilannya dan diketahui atau diduga bahwa bayi masih hidup.

Di antara alasan yang membolehkan membedah perut mayat hamil untuk mengeluarkan janin bayi yang masih hidup adalah kaidah Ushul Fiqh (Kaidah-kaidah Umum Fiqh) yang mengatakan : Jika ada tolak belakang antara beberapa kemaslahatan dan beberapa kerusakan, maka yang harus didahulukan adalah kemaslahatan yang lebih besar di antara dua kerusakan. Ini artinya bahwa tidak membedah perut adalah suatu kemaslahatan, dan selamatnya bayi untuk tetap hidup adalah suatu kemaslahatan yang lebih besar, bagitu juga sebaliknya bahwa membedah perut adalah suatu kerusakan sementara membiarkan bayi hidup di dalam perut ibunya yang telah meninggal hingga bayi mati tercekik adalah suatu kerusakan yang lebih besar.

Dengan demikian, membedah perut adalah kerusakan yang lebih ringan. Kita kembali kepada masalahnya, kami berpendapat bahwa membedah pada zaman ini tidak termasuk penyiksaan terhadap mayat dan tidak termasuk kerusakan, maka dengan demikian tidak ada hal yang menghalangi pembedahan mayat untuk mengeluarkan bayi yang masih hidup. Wallahu A’lam.

[Al-Majmu'ah Al-Kamilah, Syaikh Abdurrahman As-Sa'di, 7/136]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang WanitaFatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, hal 193-194, Darul Haq]

Juni 21, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, ilmu pengetahuan, keluarga, syareah, wanita | , , , , , , | No Comments Yet

DAYA INGAT YANG MENGAGUMKAN

Bayi pun bisa mengingat, lo. Apalagi jika pengalaman itu amat berkesan di hatinya, akan dibawanya hingga besar.

Orang tua mana, sih, yang ingin dilupakan oleh buah hatinya? Jadi, wajar saja, ya, Bu-Pak, bila kita cemas kala harus meninggalkan si kecil yang baru beberapa bulan untuk waktu lama, entah lantaran urusan pekerjaan atau mendapat tugas belajar di luar kota/negeri. Jangan-jangan, sekembalinya kita dari tugas, si kecil tak lagi mengenali kita.

Padahal, kecemasan tersebut sebenarnya tak perlu terjadi. Soalnya, meski masih bayi, si kecil sudah punya daya ingat dan memori. Jadi, “bayi akan teringat terus, baik pada hal-hal yang punya kesan amat manis maupun tak menyenangkan,” tutur Dra. Dewi Mariana Thaib. Bahkan, meski kesan tersebut hanya selintas-lintas saja dan akan terlewat dengan kejadian lain yang lebih menyenangkan, si kecil tetap ingat.

DIDAPAT DARI PENGALAMAN

Daya ingat, terang psikolog pada RS Bunda, Jakarta ini, sebetulnya bagian dari kecerdasan. “Dalam kecerdasan itu, kan, ada perkembangan motorik, daya nalar, emosi, daya ingat, dan konsentrasi.” Jadi, daya ingat masuk dalam perkembangan kognitif.

Memang, diakui Dewi, fungsi daya ingat bayi belum terlalu banyak. Kita pun tak bisa memastikan kapan bayi akan ngeh dengan apa yang dilihat atau diingatnya, karena daya ingat merupakan hal yang abstrak. “Daya ingat adalah sesuatu yang pada akhirnya mengarah pada keberadaan diri dengan lingkungan sosialnya, entah dia suka atau tidak berada pada lingkungan sosialnya.” Dengan demikian bisa dikatakan, daya ingat didapat bayi dari pengalaman dan yang diajarkan.

Daya ingat yang diperoleh dari pengalaman ini, lanjut Dewi, amat erat kaitannya dengan perkembangan motorik maupun tugas-tugas perkembangan. “Begitu lahir, bayi, kan, harus beradaptasi dengan keadaan sekelilingnya.

Kecemasan-kecemasan mulai timbul dan pancaindra mulai berfungsi. Ia mulai kontak dengan ibu saat digendong dan disusui ASI sambil meraba-raba tubuh sang ibu.”

Kemudian di usia 3-6 bulan ia mulai mengangkat kepalanya, belajar mengenal orang, tersenyum, mengoceh, mencoba meraih benda yang didekatnya. Setelah usia 6 bulan, ia mulai belajar pelan-pelan merangkak, tengkurap bolak balik, duduk, dan sebagainya. “Nah, bila dulu daya serapnya lewat mainan hanya sekadar dapat meraih saja, kini sudah bisa dipegang-pegang dan dipindah-pindah tangan. Ia juga sudah bisa membedakan mana orang tuanya.”

Berikutnya, di usia 9 bulan ia mulai punya rasa, seperti rasa manis dan asin. Makanya, bila ia tak suka asin, ia akan menolak kala diberi makanan yang rasanya asin. Lalu di usia 9-12 bulan ia sudah bisa berdiri, meraih segala sesuatu, melihat sekelilingnya, berkata satu-dua kata, bahkan bisa berjalan. Jadi, daya jangkaunya sudah lebih luas lagi.

“Meski fungsi indra dan intelektualnya belum sempurna seluruhnya, tapi ia mulai merasakan reaksi dari apa yang dilakukannya. Dari situ ia mulai mengingat, apa yang boleh dan tidak dilakukannya.” Misal, di usia 6-9 bulan, kala ia menjatuhkan mainan, ia berpikir hal itu menyenangkan dan ia akan mengingatnya kembali, hingga ia pun menjatuhkan lagi mainannya.

CEMAS DAN MENARIK DIRI

Jadi, sangat erat kaitannya dengan tugas-tugas perkembangannya: ia belajar dari apa yang dilakukannya atau pengalamannya. Pada bayi normal, terang Dewi, ia pun bisa merasakan reaksi dari yang sudah ia lakukan, dan apakah hal itu menyenangkan atau tidak. Pengalaman yang menyenangkan akan terus diulang-ulang.

Nah, pengalaman menyenangkan atau berkesan ini akan melekat dan membekas terus dalam ingatannya. Itulah mengapa, pada masa 0-12 bulan ini diharapkan kehadiran bayi bisa diterima dan dirinya merasa nyaman di lingkungannya. Apalagi, meski belum mengerti, bayi pun bisa merasakan dirinya diterima atau tidak. “Ia bisa melihat bagaimana sikap ibu yang penuh kasih sayang, entah dari cara si ibu menyanyi, mengajak bicara, tersenyum, dan sebagainya.”

Bila si ibu bisa menerimanya dengan penuh kasih sayang, ia pun akan merasa aman, nyaman, dan diterima dalam lingkungan sosialnya yang baru di dunia. Hal ini akan tampak dari pancaran matanya yang selalu berbinar, pandangannya yang tak kosong, dan wajahnya yang kerap tersenyum. “Biasanya bayi-bayi seperti ini akan tumbuh jadi bayi lucu dan menyenangkan pula.”

Sebaliknya, ia pun bisa merasakan bila tak diterima, yakni dari sikap sang ibu yang kasar padanya, entah karena si ibu belum siap menerima kehadiran anaknya atau sebab lain. Pengalaman tak menyenangkan ini akan membekas di ingatannya. Dampaknya, “ia selalu dilanda kecemasan dan akan menarik diri dari hal-hal tak menyenangkan yang diterimanya dari lingkungan.” Itu sebab, tekan Dewi, jangan sampai di tahun pertama ini bayi punya trauma berat. “Kelak ia akan jadi takut dan mengalami kesulitan bila masuk ke lingkungan sosial.”

MENDETEKSI DAYA INGAT

Tentunya, daya ingat bayi tak sama pada tiap anak: ada yang baik dan tidak. Untuk mendeteksinya, lihat saja tugas-tugas perkembangannya.

“Bila ia dapat melewati tugas-tugas perkembangannya dengan baik dan tanpa kesulitan, berarti kecerdasannya normal,” kata Dewi. Soalnya, pada anak cerdas, biasanya daya ingatnya juga baik. Jadi, bayi-bayi yang kecerdasannya normal cenderung lincah dan cepat bereaksi pada sesuatu hal, kecuali jika mengalami kegemukan atau lebih kerap digendong.

Nah, jika tugas-tugas perkembangan yang dilaluinya meleset agak jauh atau tak sesuai, biasanya kecerdasannya pun tak begitu bagus. “Daya ingat yang tak begitu baik ini biasanya tampak dari caranya menangkap instruksi: ia takkan mengerti instruksi yang diberikan padanya.” Jadi, bila dalam tugas-tugas perkembangannya ia tak menunjukkan respon, kita patut curiga dan segera telusuri sebabnya.

Walau begitu, bukan berarti tiap bayi yang kala dipanggil namanya tak menoleh atau disodori mainan diam saja, maka daya ingatnya tak baik, lo. “Pada tiap anak, masalah yang dipunyainya tentu beda. Bisa saja bukan daya ingatnya yang tak baik, tapi karena ada masalah di indra pendengarannya atau saat ibu hamil punya penyakit tertentu yang bisa berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi, dan sebagainya.”

Bisa juga karena kurang dilatih motoriknya hingga ia mengalami keterlambatan perkembangan.” Bayi gemuk dan sering dipangku, misal, bisa jadi motoriknya lamban. Makanya, disarankan agar orang tua rajin menstimulasi bayinya di tahun pertama ini. Soalnya, masa ini merupakan penentuan karakter si bayi kelak. Lagi pula, bila kita rajin menstimulasi si kecil, kita jadi tahu bagaimana perkembangannya. Hingga, bila dirasa ada keterlambatan, kita bisa segera memeriksakannya ke dokter: apakah ada sesuatu dengan telinganya, mata, otak, atau sarafnya. Setidaknya, bila terdeteksi di usia ini, masih mungkin diobati ketimbang bila ia sudah usia balita.

Yang jelas, Bu-Pak, bila dirasa si kecil punya daya ingat tak baik, segera periksakan ke dokter. Terlebih bila kita sudah rajin menstimulasinya, tapi ternyata ia tak juga mengalami kemajuan perkembangan. Selain itu, harus pula disadari, daya ingat bayi pada sesuatu hal bisa berubah. “Jadi, bisa saja pengalaman itu terlupakan bila banyak pengalaman lain yang lebih berkesan.” Kecuali bila pengalaman yang menyenangkan itu amat membekas, maka tak mudah dilupakan. Sama halnya bila ia mendapat pengalaman tak menyenangkan yang amat membekas, juga akan teringat terus. Misal, orang tua memperlakukannya secara kasar.

Disamping tentu saja, bila terjadi sesuatu hal yang berpengaruh pada kepala atau otaknya, semisal akibat terjatuh atau mengalami kejang-kejang, akan membuat daya ingatnya juga berubah.

AJARKAN BERULANG-ULANG

Untuk merangsang daya ingat, tutur Dewi, bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti mengajak bicara, bermain, bernyanyi, dan lainnya. Namun cara menstimulasinya harus benar, yaitu yang menyenangkan, bukan dipaksa. Selain itu, komunikasi tak boleh dilupakan. Jadi, kita harus sering mengajaknya bicara. “Biasanya kalau sang ibu rajin, usia 9 bulan bayi sudah mulai mau berkata- kata.”

Tentunya, dalam menstimulasi juga perlu alat peraga atau benda yang dimaksud. Misal, “Ini bola.” sambil kita tunjukkan bolanya, lalu kata-kata tersebut diulang-ulang dengan menggunakan pertanyaan, “Mana bolanya?” Bila daya ingatnya baik, lama-kelamaan saat ditanya ia akan cepat memberi respon. Jadi, kala ditanya, “Mana bolanya?”, ia akan langsung menunjuk benda yang dimaksud.

Di usia setahun biasanya ia sudah bisa sedikit bicara, satu atau dua kata, hingga kita bisa menggunakan cara dengan pertanyaan dibolak-balik seperti, “Ini apa?” sambil memperlihatkan sebuah bola, atau, “bolanya mana?” Makanya, begitu si kecil tampak mulai ada keinginan bicara, alat peraga sebaiknya diperbanyak. Kita bisa membuatnya sendiri dari guntingan gambar yang ditempelkan pada potongan-potongan karton kecil. Carilah gambar yang tak terlalu besar semisal gambar buah apel. Sambil ditunjukkan karton bergambar itu, katakan, “Ini apel.” Agar ia lebih mudah mencerna maksudnya, lebih baik lagi bila ada apel yang sebenarnya atau apel mainan dari plastik.

Dengan seringnya bayi melihat dan diajarkan berulang-ulang, akan melekat di kepalanya, hingga otomatis daya ingatnya juga baik. Hal ini juga berlaku, pada contoh di awal tadi. Jika ayah harus meninggalkan bayinya untuk waktu lama, maka ibu harus sering-sering memperlihatkan foto-foto ayah maupun memperdengarkan suara ayah ketika sedang menelepon atau rekaman suaranya. Dengan demikian diharapkan si kecil tak asing lagi atau tak merasa takut kala dipegang ataupun menjerit saat bertemu dengan ayahnya kelak.

Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengenalkan anggota keluarga yang jarang bertemu semisal kakek-nenek atau om-tante. Pendeknya, orang tua harus rajin mengenalkan hal-hal di sekelilingnya, mengenai dirinya, keberadaannya, dan hubungannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Jadi, tak usah takut lagi si kecil bakal lupa sama orang tuanya, ya, Bu-Pak.

Dedeh Kurniasih . Foto : Iman (nakita)

Juni 20, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, cinta, ilmu pengetahuan, keluarga, syareah, wanita | , , , , , , | No Comments Yet

Tahapan Perkembangan Usia 0-1 Tahun

* 1 bulan – Dapat mengangkat kepala sebentar ketika tengah tengkurap. – Refleks menggenggamnya makin berkembang kuat. – Bisa melihat pola hitam-putih dari jarak 8 inci dari wajahnya. – Menggunakan ekspresi wajah untuk menarik perhatian kita. * 2 bulan – Dapat mengangkat kepala setinggi 45 derajat selama beberapa menit. – Kepala tetap tegak takkala dipegang dalam posisi berdiri. – Menenangkan diri dengan cara mengisap jari atau dot. – Mata mengikuti objek yang bergerak. * 3 bulan – Dapat mengangkat kepala setinggi 90 derajat ketika tengkurap. – Kepala tegak dalam posisi didudukkan. – Melihat berbagai warna dengan jelas. – Menggunakan tangan yang mengepal ketika memukul mainan atau suatu objek. – Muncul senyum sosial pertama. * 4 bulan – Memasukkan setiap objek ke mulut (sebagai tanda eksplorasi). – Mengeksprolasi tangan dan kakinya sendiri. – Dapat mengenali orang dan objek. – Mulai mengkonsumsi makanan semi padat. – Berguling dari arah depan ke belakang atau sebaliknya. – Mengangkat dada ketika tengkurap dengan di-support kedua tangannya. * 5 bulan – Berceloteh dan tertawa keras. – Kepala tegak dalam posisi diberdirikan. * 6 bulan – Menggerak-gerakkan mainan yang berbunyi. – Dapat memindahkan suatu objek dari tangan satu ke tangan lain. – Dapat duduk sendiri. – Dapat memegang botol sendiri. – Bisa berkata “ba”, “ga” , “ma” atau kombinasi konsonan dan vokal lainnya. – Menunjukkan kelekatan dengan cara menangis ketika orang yang dekat dengannya pergi. – Meraih objek yang menarik perhatiannya. * 7 bulan – Berdiri dengan bantuan. – Menggunakan cara berguling untuk bergerak. – Dapat memegang kuping cangkir dengan bantuan. – Menunjukkan rasa cemas melihat orang baru. * 8 bulan – Dapat makan craker atau makanan yang kecil. – Melihat ketika ada barang jatuh. – Merangkak dalam jarak dekat. – Berusaha berdiri. – Menggunakan tangan yang tergenggam untuk memungut barang. – Bermain ciluk ba. – Menggunakan telunjuk untuk menunjuk sesuatu. * 9 bulan – Berkata “mama” atau “dada” – Mengambil makanan dengan jari. – Dapat melangkah sebentar dengan bantuan. – Merangkak ke tangga. – Merespon beberapa perkataan terutama bila dipanggil namanya. * 10 bulan – Berdiri dengan bantuan. – Dapat duduk dari posisi berdiri. – Dapat ditarik dari posisi tidur ke posisi duduk. – Mencari objek yang disembuyikan. – Mengulang suara atau gerakan untuk menarik perhatian. – Dapat melambaikan tangan. * 11 bulan – Berceloteh panjang. – Mengangkat tangan atau kaki ketika dipakaikan baju. – Memegang cangkir atau gelas sendiri. – Merambat (berjalan dengan memegang meja atau benda lainnya). – Berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan sesuatu. * 12 bulan – Berdiri tanpa bantuan. – Berjalan tanpa/dengan bantuan. – Memberikan ciuman ketika diminta. – Mengambil dan memberikan mainan. – Menggerakkan benda ketika mencari mainan/objek. C/Hani

AGAR SI PEMALU BERANI BICARA Buat anak pemalu, jangankan untuk berbicara, diminta menyapa orang lain saja, belum tentu ia mau melakukannya. Nah, agar si pemalu berani omong di lingkungan sosialnya, kita perlu mendukungnya untuk lebih percaya diri. Misalnya dengan mengatakan, “Kemarin Tante di sebelah rumah senang sekali waktu Kakak mengucapkan salam kepadanya. Ia benar-benar suka sama Kakak.” Namun buat anak yang terlalu ramah terhadap orang-orang di sekitarnya, ia perlu masukan dari kita tentang bagaimana mengendalikan keramahan yang berlebihan. Misal, “Boleh-boleh saja, kok, Kakak mengucapkan ‘Halo’, asalkan kepada teman-teman sebayamu. Namun jangan digunakan pada saat kita bertemu dengan orang yang lebih tua karena tak sopan.” MENGAJARKAN KEAMANAN DIRI Di usia prasekolah, lingkungan sosial anak makin luas. Itu sebab, ia perlu diajarkan menjaga keamanan dirinya, seperti, “Jangan pernah berbicara dengan orang asing, sekalipun jika mereka minta pertolongan,” atau “Jangan pernah menerima makanan maupun minuman apa pun dari seseorang yang belum kita kenal sama sekali.” Kita bisa mengajarinya lewat permainan peran agar ia lebih mudah menyerap informasi yang kita berikan. Misal, tanyakan padanya, “Andaikan suatu waktu ada seorang anak yang lebih besar dari Kakak memaksa untuk mencarikan kucing peliharaannya yang hilang, apa yang akan Kakak lakukan?” Beri tahukan pula langkah apa yang akan kita ambil bila menghadapi hal tersebut, yaitu, “Segera menyingkir dan mencari orang dewasa yang kita kenal untuk meminta bantuan.” AJARKAN MENGONTROL DIRI Anak-anak yang pemberani perlu dibantu untuk mengendalikan dorongan dalam dirinya. Kalau tidak, keberaniannya bisa mencelakakan dirinya sendiri. Misal, si kecil melompat tinggi-tinggi di atas jalan beraspal. Jika terjatuh, tentu ia bisa terluka. Namun melarangnya juga bukan cara yang bijak. Paling baik, jelaskan padanya seperti, “Ibu tahu Kakak bisa melakukannya. Namun menurut Ibu, lompatan itu sepertinya terlalu tinggi buat Kakak padahal Kakak akan jatuh di aspal. Jadi, sebaiknya coba dulu melompat di atas rumput.” Akan halnya si penakut, yang perlu kita lakukan adalah mendorongnya untuk lebih percaya diri akan kekuatan tubuhnya. Misal, si kecil takut naik perosotan, katakan, “Walaupun perosotan itu sepertinya tinggi, tapi Ibu pikir cukup aman karena Kakak akan mendarat di pasir. Coba, deh, nanti Ibu yang akan menangkap Kakak begitu sampai di bawah.” C/Hendi

Bayi pun Bisa Mengenali Dirinya, Lo! Seiring berjalannya waktu, hubungan antar jaringan-jaringan sinapsis yang bertugas mengatur “program kerja” di otak akan semakin kuat. Kian eratnya hubungan antar jaringan inilah yang antara lain menumbuhkan sense of self dalam diri seseorang. Artinya, si kecil pun mulai mengenali dirinya sebagai individu/makhluk independen. Ada cara sederhana yang bisa kita pakai untuk menguji apakah sense of self ini sudah terbentuk dalam diri si kecil. Coba oleskan sedikit lipstik di hidungnya, lalu ajak ia bercermin. Bayi-bayi yang baru berusia sekitar 4 bulan, umumnya hanya akan menunjuk-nunjuk ke bayangan wajah yang muncul di cermin tanpa memberi reaksi berlebih karena memang belum bisa mengenali dirinya. Namun bayi-bayi yang lebih besar akan menunjukkan reaksi berbeda. Awalnya, mereka akan tertegun, tapi lalu segera memperlihatkan kegembiraan luar biasa. Mereka langsung menyentuh dan menggosok-gosokkan olesan lipstik di hidung mereka saat dihadapkan ke cermin. Soalnya, jelas Esther Thelen dari Universitas Indiana, AS, pada tahapan usia belasan bulan inilah bayi mulai mengenali bahwa yang terpantul di cermin adalah wajah mereka. Nah, Bu-Pak, cikal bakal pengenalan dan kebanggaan diri inilah yang perlu terus dipupuk agar anak semakin menemukan jati dirinya saat dewasa kelak. N/Yanti

Ayah-Ibu, Hati-Hati Bertingkah Laku Sering, kan, kita mendengar nasehat agar selama hamil, calon bapak dan ibu tak bertingkah laku yang neko-neko; pandai-pandai mengendalikan sikap dan perilaku? Tujuannya, agar anak yang lahir kelak menjadi anak baik dan tak terpengaruh tindakan ibu-ayahnya saat ia masih di kandungan. Memang, sampai saat ini belum ada kepastian ilmiah seberapa jauh tindakan ayah-ibu selama ibu hamil, akan berpengaruh pada perilaku anak setelah dilahirkan. Yang jelas, perkembangan ilmu pengetahuan tentang perkembangan anak selama ini menunjukkan, selain kondisi fisik-fisiologis ibu saat hamil, keadaan lingkungan kehidupan ibu juga berpengaruh pada perkembangan bayi. “Ternyata bayi tak tumbuh seperti parasit yang mengambil semua zat terbaik dari ibu demi perkembangan dirinya. Semua hal yang dialami ibu, akan mempengaruhi janin secara tak langsung melalui reaksi fisiologis ibu yang dampaknya akan mengenai kondisi uterus sebagai lingkungan kehidupan janin,” jelas dra. Shinto B. Adelar, Msc., di acara Ibu Bayi & Balita yang ditayangkan di ANteve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana Film. Pertama, pengaruh obat-obatan, rokok, dan alkohol yang dikonsumsi ibu hamil membawa risiko pada bayi. “Ibu perokok banyak melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, kurang responsif terhadap lingkungan, kewaspadaan kurang, perhatian kurang dan cepat bosan.” Kedua, stres emosional juga berdampak pada perkembangan perilaku bayi. “Ibu hamil yang berada dalam keadaan stes mengalami kecemasan yang kuat atau berkepanjangan cenderung lebih rentan terhadap abortus spontan, mengalami komplikasi persalinan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kesulitan pernafasan.” Ibu yang mengalami depresi berat atau berkepanjangan berisiko melahirkan bayi yang pasif, terlihat seperti mengantuk dan sering menangis. Stres mempengaruhi susunan saraf otonom, hingga hormon adrenalin akan diproduksi cukup banyak. Nah, hormon akan menembus plasenta masuk ke aliran darah, hingga bayi juga mengalami stres, detak jantungnya lebih cepat, banyak sekali bergerak, dan pasokan oksigen berkurang. Dalam keadaan stres, darah disalurkan ke seluruh bagian tubuh agar siap untuk menghadapi bahaya, hingga pasokan ke uterus berkurang. Pada janin dalam keadaan stres, nutrisi ternyata tidak/kurang dapat diserap/dimanfaatkan untuk pertumbuhan badan hingga berat badan lahir bayi menjadi rendah. Setelah lahir, bayi cenderung jadi irritable atau lekas marah, gelisah dan temperamen sulit. Hal ini dapat berpengaruh jangka panjang seperti hasil penelitian menunjukkan, anak yang mengalami stres saat di kandungan ternyata lebih banyak mengalami masalah psikologis dibandingkan yang tak mengalami stres. Untuk itu, ibu hamil perlu memperoleh lingkungan yang supportive dari pasangan, orang tua, dan mertua. Calon ibu perlu menata diri agar kondisi emosionalnya positif.

Mengenal Skizofrenia : Gejalanya Mirip Hiperaktif Namun jangan buru-buru “menuduh” si kecil yang hiperaktif menderita skizofrenia, ya, Bu-Pak. Soalnya, untuk menegakkan diagnosis skizofrenia pada anak bukan hal mudah dan harus ekstra hati-hati. “Butuh observasi tingkah laku lebih jauh, terutama pada anak dengan gangguan berbahasa yang berat. Pada kasus-kasus seperti ini perlu waktu terapi lebih lama,” tutur Dr. Eliyati D. Rosadi, SpKJ., psikiater anak pada Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta. Selain itu, kemunculan skizofrenia amat jarang terjadi pada balita. Dari populasi penderita di Indonesia yang diperkirakan berjumlah sekitar 2 juta orang, hanya 0,1-1 persen anak usia di bawah 10 tahun yang mengalaminya. Jadi, bisa dibayangkan betapa kecil kemungkinannya. Cuma, bila ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini, perlu perhatian lebih. Soalnya, faktor genetik merupakan penyebab potensial munculnya skizofrenia. “Kemunculannya 5-20 kali lebih besar pada orang yang punya hubungan saudara ketimbang populasi umum.” Adapun yang lebih berpeluang mendapat “warisan” penyakit ini ialah anak lelaki karena kromosomnya XY. Jadi, entah ayah/ibunya yang menderita, peluangnya sama besar buat si Buyung. Bukan berarti yang lainnya aman-aman saja, lo. Sebab, komplikasi kehamilan dan persalinan juga berpotensi memunculkan penyakit ini. Misal, ibu hamil terkena TORCH, demam tinggi akibat influensa berat atau rubella/campak, ketuban pecah dini atau berwarna hijau dan partus lama. Soalnya, kejadian-kejadian tadi memperbesar risiko janin mengidap traumatic brain injury. Begitu juga bila ibu hamil tercemar zat-zat beracun semisal alkohol dan nikotin. Itu sebab, ibu hamil selalu dianjurkan menjauhkan diri dari hal-hal yang merugikan kesehatan diri dan janinnya. Sementara komplikasi persalinan berupa tindakan yang menimbulkan trauma/perlukaan. Penyebab lain, faktor organik seperti terganggunya proses maturasi/kematangan saraf pusat, juga memunculkan skizofrenia. Misal, komplikasi perinatal/bayi baru lahir seperti perubahan pada batok kepala, baik dalam bentuk maupun ukuran yang akan berpengaruh pada otak bayi. Bisa juga karena kerusakan susunan saraf pusat akibat tumor otak dan trauma kepala, atau ada kemunduran kerja saraf, gangguan metabolisme, maupun kerusakan otak akibat infeksi atau sebab lain. CIRI-CIRI Skizofrenia merupakan gangguan perkembangan saraf yang berakibat pada fungsi kognisi, afeksi, dan hubungan sosial. Gangguan ini bersifat kronis dan bisa terbilang gangguan jiwa taraf berat karena penderita mengalami split personality/jiwa terbelah. Kendati di tingkat ringan, penderita bisa hidup normal; di tingkat sedang, dapat menjalani kehidupan sehari-hari tapi disertai keluhan berkepanjangan. Kecuali di tingkat berat, penderita sulit membedakan alam nyata dengan alam fantasinya. Pada anak, terang Eliyati, skizofrenia muncul perlahan berupa ketaknormalan perkembangan secara umum dan kepribadian, mencakup gangguan tingkah laku dan gangguan perkembangan yang berlipat ganda, yaitu gangguan kekurangan fungsi kognitif, motorik, sensorik, dan fungsi sosial. Adapun ciri-cirinya tak beda dengan penderita dewasa, yakni ada halusinasi (mendengar suara tanpa ada sumber suara). “Namun pada anak, ciri ini bukan harga mati sebagai gejala pasti skizofrenia. Soalnya, mungkin saja merupakan imajinasi belaka, salah interpretasi dari pengalaman intrapsikisnya, maupun salah mengerti pertanyaan atau gejala gangguan psikotik lainnya.” Yang jelas, skizofrenia ditandai adanya waham, yaitu pikiran yang salah karena bertentangan dengan dunia nyata tapi diyakini sebagai kebenaran semisal mengaku utusan nabi atau anak raja. Ciri lain yang dominan adalah disorganisasi berupa pola pikir dan tingkah laku yang kacau serta aneh seperti bicara sendiri, bicara ngaco karena asosiasi longgar, atau bahkan pola pikirnya tak logis. Selain itu, sulit menyusun kalimat/kata dengan benar lantaran antar kata sering tak nyambung karena mereka juga tak mampu mengolah informasi. Namun jangan salah, bukan berarti penderita skizofrenia adalah orang-orang yang ber-IQ rendah, lo. Justru mayoritas penderitanya ber-IQ tinggi, sedangkan yang ber-IQ rendah cuma 10-20 persen. Penderita juga “hobi” mengumpulkan sampah atau menimbun makanan tanpa tujuan, sering mengamuk/marah tanpa sebab, gelisah, gaduh, melenturkan atau bahkan mematung dan mengkakukan diri. Juga sering bengong, tak banyak bicara karena pikirannya miskin, apatis, dan tak punya keinginan untuk berbuat apa pun. Kemampuan afeksinya tumpul akibat memburuknya gangguan perasaan, yang bukan diakibatkan oleh perubahan suasana hati/mood. Begitu pula kemampuan daya pikirnya menurun secara progresif, hingga mengalami kemunduran belajar secara berlebihan. Bertumpuknya gangguan-gangguan tadi membuat yang bersangkutan mengalami kegagalan mencapai tahap perkembangan sosial yang diharapkan sesuai usianya. Terlebih fungsi sosialnya pun mengalami gangguan dengan menarik diri atau bahkan mengisolasi diri dari kehidupan sosial. Sementara kemampuan menolong diri sendiri juga hilang, hingga kondisi kesehatan dirinya buruk sekali. Kebersihan dirinya menurun drastis, semisal seminggu penuh ogah mandi, jarang ganti baju, atau mengenakan baju berlapis-lapis tanpa alasan. PENGOBATAN Upaya pengobatan ditempuh melalui 3 cara secara bersamaan: obat-obatan, rehabilitasi dan terapi psikologik. Tentu disesuaikan juga dengan perkembangan yang khas pada penderita, kebutuhan keluarga, dan perbedaan tingkat gangguan. Yang jelas, Bu-Pak, untuk membantu proses penyembuhan atau mengurangi tingkat kekambuhan, dukungan orang tua dan lingkungan amat berarti. Minimal dengan tak menganggap penderita sebagai musuh, pengacau atau orang yang harus disingkirkan karena menimbulkan aib bagi keluarga. Selain itu, Eliyati menyarankan orang tua si penderita atau mereka yang berpeluang terkena skizofrenia agar tak mematok tuntutan kelewat tinggi maupun mengumbar amarah saat anak gagal melakukan tugas tertentu. Soalnya, meski sudah dinyatakan sembuh, 30 persen gejala sisa pada skizofrenia akan kambuh. Yanti

Juni 20, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, cinta, ilmu pengetahuan, keluarga, wanita | , , , , , | No Comments Yet

Virus ATM

jAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah ATM (anjungan tunai mandiri) yang menjalankan Windows XP disebutkan rentan terhadap serangan otomatis yang dapat mencuri nomor rekening bank dan PIN. Di Eropa Timur, beberapa varian software jahat telah ditemukan di mesin-mesin uang yang di-hack. Demikian dilaporkan lembaga insecurity Trustwave Spiderlabs.
ADVERTISEMENT

Tidak dirinci bagaimana ATM-ATM itu terinfeksi, tetapi kelihatannya malware itu disandi (encode) pada sebuah kartu yang dapat disisipkan dalam sebuah ATM card reader yang me-mount serangan buffer overflow. Mesin ini terpapar dengan mengganti file isadmin.exe yang menginfeksi sistem.

Program isadmin.exe yang jahat kemudian memanfaatkan Windows API untuk memasang kode serangan. Caranya, dengan mengganti sistem file yang bernama lsass.exe dalam direktori C:-WINDOWS.

Begitu program jahat lsass.exe diaktifkan, program akan mengumpulkan nomor-nomor rekening dan PIN. Program lalu menunggu kendali manusia untuk menyisipkan kartu yang sudah dimanipulasi untuk mengambil alih ATM.

Setelah ATM ditempatkan di bawah kendali manusia penyerang, mereka dapat melakukan berbagai fungsi. Ini termasuk memanen data hasil curian atau bahkan mengeluarkan kotak uang.

Laporan Trustwave ditutup dengan kesimpulan, “Sangat merekomendasikan SEMUA lembaga finansial yang memiliki ATM untuk melakukan analisis lingkungannya guna mengenali apakah ada malware ini atau malware yang serupa.” Tentu saja, terserah pada lembaga finansial apa yang akan mereka lakukan setelahnya.

Juni 18, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Laptop, Programing, ilmu komputer, ilmu pengetahuan | , , , , , | 1 Komentar

Bukan Bidadari dalam Pasungan


eramuslim – Hari itu muncul sebuah e-mail di sebuah milis yang kuikuti. Berita pernikahan seorang alumni. Sebuah artikel singkat menyertai, kisah tentang istri yang dilarang suaminya keluar rumah, sampai ketika orang tuanya sakit dan akhirnya meninggal tidak menjenguk orang tuanya tersebut.

Sebenarnya kisah itu sudah lama kudengar. Namun entahlah, saat membaca kembali kisah itu, membangkitkan “ketakutanku”. Akankah suamiku kelak berpedoman pada kisah ini lantas melarangku untuk sering mengunjungi orang tuaku? Akankah suamiku kelak dengan dalih istri harus ta’at pada suami lalu menjegal mimpi-mimpiku? Akankah dengan otoritasnya dia matikan potensiku di ranah publik? Akankah aku dijadikannya bidadari dalam pasungan?

Bukan, bukan aku mengingkari keta’atan seorang istri kepada suami. Tapi lebih pada ketakutan akan sosok suami yang menyalahgunakan wewenangnya.

Ketakutan yang berlebihan? mungkin. Namun membaca dan mendengar banyak kisah kontemporer para bidadari yang (merasa) terpasung menjadikan ketakutan itu terasa wajar. Mau tidak mau takut itu menggundahkan jiwaku, dan gundahku mencoba cari jawab.

Akhirnya, kala melintas sebuah kios koran dan majalah, gundahku terjawab sudah, walau kupikir belum tuntas. Sebuah majalah dengan bahasan utama Kekasihku Pemimpinku, memberi kesadaran kembali (karena sebelumnya pun aku telah memahami hal ini) bahwa kepemimpinan suami bukan rezim, bahwa aplikasi kepemimpinan tidak semata perintah dan larangan namun keteladanan.

Lembar-lembar bahasannya seakan menenangkanku agar aku tidak perlu takut, karena suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga bukan bermakna sebagai pemegang otoritas yang boleh bersikap otoriter. Di situ DR Idris Abdu Somad, Sekjen Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) berujar, “Seorang suami yang memiliki istri dengan potensi sosial atau potensi politik, jangan lantas membatasi istrinya dengan hanya memposisikannya dalam basis rumah tangga saja”.

Aku sedikit lega..

Tapi aku tahu, kelegaanku akan diuji dan dibuktikan kala hari seseorang menjabat tangan ayahku dan menjawab ijab yang ayah ucapkan. Maka kala itulah gundahku terjawab tuntas.

Biarlah sekarang lebih kudahulukan bekalan-bekalan menjadi istri sholihah. Sementara bagaimana pemimpin rumah tangga yang baik, tetap kuketahui sebagai ilmu.

Teringat ucapan seorang ustadz, “para lelaki sibuk membaca apa saja hak suami, bagaimana istri yang baik dan ideal. Sedangkan perempuan sibuk dengan bacaan tentang hak istri serta kriteria suami baik dan ideal. Lantas ketika keduanya bertemu dalam bahtera rumah tangga, harapan yang terlanjur dibuat tinggi berbenturan dengan realita yang mungkin tidak seindah yang pernah dibaca. Bukan tidak boleh membaca itu semua, namun hendaklah proporsional dan seimbang. Justru dahulukan ilmu tentang kewajiban dan bagaimana menjadi pasangan yang baik dan tepat. Agar menjadi cermin untuk diri kita sendiri”

Walau tak bisa ku nafikkan, sedikit asa terbit di jiwa, mudah-mudahan beliau yang berjabat tangan dengan ayah kelak pernah membaca majalah tadi dan kelak mengamalkan, sehingga aku tidak akan pernah menjadi bidadari dalam pasungan :)

Juni 17, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | cinta, ilmu pengetahuan, keluarga, wanita | , , , | No Comments Yet

Khasiat Air Zam-Zam

Air Zam-zam Memiliki Kandungan Yang Berbeda dengan Air Biasa ?

Benar, air zam-zam memiliki keistimewaan dalam zat-zat yang dikandungnya. Tentang hal ini, sejumlah peneliti dari Pakistan telah melakukan penelitian panjang dan akhirnya mereka menemukan hal ini. Dan Pusat Penelitian Haji pun sudah melakukan hal yang sama terhadap air zam-zam, maka mereka menemukan bahwa air zam-zam adalah air yang menakjubkan, berbeda dengan air pada umunya.

Sami Unqowy, Eng., Ketua Pusat Penelitian Haji, “Ketika kami melakukan penggalian untuk perluasan sumur zam-zam, maka setiap kali mengambil air zam-zam tersebut semakin bertambah air yang keluar, setiap kami mengambil airnya, bertambah pula air dari sumur zam-zam itu, …maka kami menyibukkan diri untuk memompa (menyedot) air zam-zam itu dengan tiga kali sedotan agar kering sehingga memudahkan kami dalam memasang pondasi. Lalu, kami pun melakukan penelitian terhadap air zam-zam dari celah-celah mata airnya untuk mengetahui ada tidaknya bakteri. Maka, ternyata air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya !! Akan tetapi air itu bersih dan suci tidak terdapat bakteri apapun. Ini adalah keistimewaan air zam-zam. Dan diantara keistimewaan lainnya adalah engkau masih bisa menikmati air zam-zam itu sampai sekarang, dan terus mengalir sejak zaman Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam sampai kini.

Berapa usia sumur biasa untuk tetap bisa mengeluarkan air ?? 50 tahun, 100 tahun, … dikeduk airnya dan habis. Maka air zam-zam ini terus-menerus mengeluarkan air!!?.

Rasulullah bersabda, “Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya” (HR. Ahmad.
Benar, aku mengetahui ini dengan sebenar-benarnya tentang kisah seorang laki-laki asal Yaman, aku mengenalnya dan dia adalah sahabatku, dia adalah orang yang sudah tua, pandangan matanya sudah melemah… karena sebab usianya yang sudah lanjut, hampir saja ia tidak bisa melihat ! Ia selalu membaca Al-Qur’an, dan dia sangat bersemangat untuk selalu membacanya… dia selalu memperbanyak membacanya, di sisinya ada mushaf kecil; mushhaf kecil itu serasa tidak ingin berpisah dengannya, akan tetapi karena melemahnya kekuatan matanya, apa yang harus ia perbuat?! Ia pun berkata, “Katanya air zam-zam itu bisa jadi obat, maka akupun mendatangi zam-zam itu, lalu aku pun mengambil dan meminumnya, tiba-tiba aku pun mulai bisa melihat kembali tulisan mushhaf.” Aku melihat ia pun mengambil mushhaf kecilnya dari saku dan membacanya. Ia pun berkata, “Ini berkat aku meminum air zam-zam itu.

Maka, …. wahai saudara-saudaraku yang mulia. Ini adalah hadits Rasulullah. Akan tetapi do’a syaratnya adalah pelakunya harus yakin doanya akan dikabulkan; ia memenuhi perintah Allah; orang yang berdo’a memenuhi syarat sebagaimana firman Allah:

وإذا سألك عبادي عني فإني قريب، أجيب الدعوة الداع إذا دعان، فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون (البقرة: 186)

Dan jika para hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat; Aku mengabulkan do’anya orang-orang yang berdoa, maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan mengimani Aku agar mereka mendapat bimbingan (Q.S. Al-Baqarah: 186)
Sumber: Anta Tas’al wa Syaikh Al-Zindani Yujib haula Al-I’jaz Al-Ilmiy fii Al-Qur’an wa Al-Sunnah

Yusriyah Sembuh dari Penyakit Mata Sebalah Kirinya setelah Minum Air Zam-Zam

Seorang ikhwah yang baru pulang dari haji bercerita. Kata dia, “Seorang ibu yang mulia namanya Yusriyah Abdurrahman Hiraz ikut bersama kami melakukan haji dalam rombongan Departemen Wakaf Mu’jizat yang terjadi karena barokah air zam-zam. Ia berkata, “Yusriyah pernah menderita penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri nyamuk bertahun-tahun hingga menyebabkan migran (sakit kepala sebagian) sepanjang siang dan malam dan tidak mereda sedikitpun, … sampai akhirnya mata kirinya tersebut tidak bisa melihat sama sekali karena adanya selaput putih di matanya. Maka ia pun pergi ke salah seorang dokter spesialis mata ternama. Tapi dokter tersebut mengatakan, “Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan migran tersebut (sebagai efek sakit matanya) kecuali dengan menyuntik mata tersebut, akan tetapi itu pun akan berakibat kebutaan untuk selamanya.

Maka, Ny. Yusriyah semakin bertambah ketakutan mendengar perkataan dokter itu. Aan tetapi, ia adalah orang yang percaya benar dan merasa tenteram dengan rahmat Allah. Dan hal itu akan mendatangkan sebab pengobatan sakitnya, demikian seteah mendengar penegasan para dokter tentang sakit yang ia derita itu… Maka, ia pun berkeinginan untuk melakukan umrah, sehingga memungkinkan mendapat obat dan penawar langsung dari Allah di Baitullah Al-Haram.

Maka, ia pun datang ke Mekkah dan thawaf di Ka’bah -waktu itu belum ramai orang-orang besar demikian kata beliau- sehingga ia bisa mencium hajar aswad dan menyentuhkan matanya yang sakit padanya … lalu ia pun pergi menuju air zam-zam dan meminum satu cangkir serta mencuci matanya dengan air zam-zam itu … setelah itu, ia pun meneruskan sa’i, lalu kembali ke Ghandaq tempat ia memulai ihram.

Maka, aku menemuinya sekembalinya dari Ghandaq dan matanya yang sakit menjadi sehat sempurna, dan penyakit matanya pun hilang tanpa ada bekas sedikitpun.

Bagaimana mungkin penyakit bisa hilang (diangkat) tanpa ada operasi?? Dan, … bagaimana mungkin pandangan matanya bisa kembali sehat seperti biasa tanpa diobati?? Dan ilmu kedokteran yang mengobati penderitaannya tidak mampu melakukan apapun, kecuali membenarkan keagungan Allah yang Maha Besar; bahwa ibu yang sakit ini, yang para dokter gagal membantu pengobatannya, telah diobati oleh Dzat Yang Maha Mengobati, ketika ia melakukan kunjungan ibada (Umrah), sebagaimana Rasululah kabarkan:

ماء زمزم لما شرب له، إن شربته تستشفي شفاك الله، وإن شربته لشبعك أشبعك الله - وإن شربته لقطع ظمئك قطعه الله، وهي هزمة جبريل وسقيا الله إسماعيل (رواه الدارقطني)

Air zam-zam tergantung niat orang yang meminumnya; jika engkau meniatkan dalam meminumnya untuk mengobatimu, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika engkau niatkan agar engkau kenyang, maka Allah menjadikanmu kenyang; jika engkau meniatkannya untuk menghilangkan haus, maka Allah akan menghilangkan kehausanmu, dan zam-zam itu adalah cekungan yang dibuat oleh Jibril dan air yang mengalir yang Allah berikan kepada Ismail (HR. Daraquthni).

Keluarnya Batu Tanpa Operasi

Dan kisah seperti ini sert akisah-kisah lainnya pun kami pernah mendengarnya dari sahabat-sahabat kami, atau pun kami membacanya. Dan itu semua meskipun menunjukkan kepada sesuatu hal, akan tetapi itu menunjukkan atas benarnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sumur yang penuh barakah ini (zam-zam).

Yang mengisahkan cerita ini adalah Dr. Farouq ‘Antar.
Beliau berkata, “Aku telah menderita kencing batu selama bertahun-tahun. Para dokter menyatakan tidak mampu mengeluarkannya kecuali dengan operasi. Akan tetapi aku mengurungkan niat operasi itu dua kali… kemudian aku aku berniat untuk melakukan umrah… , dan aku memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepadaku tanpa operasi.

Maka, Dr. Farouq pun pergi ke Mekkah, dan melakukan umrah di sana serta minum air zam-zam, mencium hajar aswad, sholat dua rakaat sebelum keluar dari Masjidil Haram, maka tiba-tiba ia merasakan sesuatu di kantung kemihnya, maka ia pun bergegas ke kamar kecil. Maka, ternyata sesuatu yang menakjubkan telah terjadi, keluar batu yang lumayan besar, dan ia pun sembuh tanpa harus masuk ke ruang operasi.
Dan sungguh ketika keluarnya batu telah mengejutkan dirinya dan para dokter yang selalu mengikuti perkembangan kesehatannya.

Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq ( jum’at, 09-01-2004M / 17-11-1424 )

Juni 17, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | ilmu pengetahuan, syareah | , , , , , , | No Comments Yet

Khasiat Wudlu

Rasulullah bersabda, “Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu’ secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu’ maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya … dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak … dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!

Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.

Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.

Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu’ telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.

Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:

Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu’. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah:

(( إذا استيقظ أحدكم من نوميه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها ثلاثا ))

Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.

Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari’atkannya wudhu’ di dalam Islam.

Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad

Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, “Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)”. Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, “Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu’- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).

Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung …

Juni 17, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | ilmu pengetahuan, syareah | , , , , | No Comments Yet

Entrepreneur

Kreativitas Tak Pernah Henti

Kalau Anda berani tanpil beda,

itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur

KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.

Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.

Bisnis modern? Apalagi!  Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru”  pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.

Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.

Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.

Raudsepp, peneliti dari Princeton Research Inc.

Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan

Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming,  menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.

Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan  alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.

Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana.  Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis­. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja  (bukan wirausahawan).

Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja”  dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.

Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.

Luwes Menyikapi Peluang

Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.

Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”

Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.

Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Proses Kreatif  Berwirausaha

Kita berani berpikir kreatif.

Itu berarti kita sudah berani mengambil risiko

SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.

Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.

Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.

Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.

Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.

Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.

Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.

Juni 15, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | enterprenuer, ilmu pengetahuan | , , , | No Comments Yet