Violetcampus’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Tumbuhkan Kembali Semangat Membina

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَاداً لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ (آل عمران:79)

“… jadilah kalian orang-orang rabbani disebabkan kalian senantiasa mengajarkan Al Qur-an dan mempelajarinya” (QS.3:79).

Ikhwan dan akhwat fillah, dakwah merupakan kemestian dan kebutuhan yang akan terus berjalan dengan atau tanpa kita. Hanya alangkah ruginya hidup tanpa dakwah dan betapa egoisnya membiarkan dakwah berjalan tanpa kita. Mentarbiyah atau membina merupakan bagian penting dari kerja dakwah. Meninggalkan pembinaan berarti memperlambat lajunya dakwah. Tetapi membina berarti mempercepat tercapainya target-target dakwah dan melanggengkan proses-proses berikutnya.

Mencermati keadaan adanya sejumlah aktivis dakwah yang dahulu begitu rajin dan bersemangat namun kini nampak melunak dan membatasi dirinya untuk hanya menangani satu kelompok saja atau bahkan tidak membina sama sekali maka perlu adanya penyikapan yang jelas tentang hal tersebut.berikut ini ada sejumlah faktor yang mungkin bisa menjadi bahan renungan guna mencegah semakin menggejalanya realitas mengendurnya semangat membina di kalangan aktivis.

Pertama, bahwa dahulu ketika kita digiatkan dengan kerja keras meningkatkan kuantitas kader adalah dimotivasi pemahaman kita tentang nash-nash Qur-an dan hadits. Bahwa rabbaniyyun (ketaqwaan yang prima dapat dicapai lewat mengajarkan dan terus belajar (QS. 3:79). Bahwa keberhasilan kita mengajar seseorang kepada kebaikan lebih berharga ketimbang domba gemuk yang segar atau dunia dan seisinya (Al Hadist). Bahwa merupakan jalan hidup Rasulullah yang mesti kita teladani (QS. 12:108, 33:21)

Kedua, bahwa nash memperingatkan kepada kita bahwa anak dan harta merupakan ujian bagi kita. Anak adalah buah hati yang membuat kita ingin selalu menjaga dekat dengannya dan menghawatirkan kesehatan dan keselamatannya. Dulu ketika belum punya anak atau jumlah mereka belum banyak (kurang dari 3) kita masih disibukkan dengan banyaknya halaqah. Namun tatkala jumlah anak semakin bertambah agaknya waktu kita semakin padat sehingga tugas-tugas membina mulai terkurangi dengan alasan mendidik anak. Hartapun demikian, kita butuh harta untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meluas (makan, pakain, tempat tinggal, pendidikan, hiburan dlsb.) sehingga mulailah kita mengurangi aktivitas dakwah, termasuk membina di antaranya dan memperbanyak aktivitas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga. Pembinaanpun akhirnya semakin  terpinggirkan. Kita sediakan waktu sisa kita yang dipenuhi dengan keletihan untuk membina dan itupun dengan persiapan yang ala kadarnya. Sehingga dapat dibayangkan betapa kurang efektifnya pembinaan yang akan berjalan. Bahkan terkadang kita menggeser atau lebih mengenaskan lagi, membatalkan pertemuan dengan binaan karena kesibukan kerja dan pada akhirnya sisa satu halaqahpun kita transfer kepada rekan kita yang kita anggap lebih memiliki waktu luang ketimbang kita.

Ketiga, benarkah memang pembinaan yang harus dikorbankan karena keterpaksaan yang tak bisa dihindari (darurat) ataukah sebenarnya kita yang sudah mulai jenuh membina dan ingin cuti lama atau bahkan pensiun di usia dini. Alangkah sayangnya potensi yang penah berhasil menangani belasan halaqah harus diistirahatkan untuk waktu yang entah sampai kapan.

Ikhwan dan akhwat fillah, ketimbang orang lain mungkin memang kita lebih mengenali kenyataan diri dan apa yang terbaik bagi kita dan keluarga. Maka maafkanlah kami bila terlalu lancang meminta kesadaran untuk bernostalgia kembali, mengenang kenikmatan menangani banyak halaqah di masa lalu dan lantas mengajak untuk berkorban menyediakan waktu lebih lama dan menyalakan semangat lebih terang guna menyemarakkan kembali pembinaan.

Ikhwan dan akhwat fillah, berkenaan telah dikumandangkannya ‘Am Tarbawi marilah kita menyambutnya dengan meramaikan kembali rumah kita dengan kehadiran kader-kader dakwah. Membuat anak-anak kita senang dan bangga dengan kekayaan murid ayah dan ibunya (meskipun kita belum dapat menyenangkan mereka dengan kekayaan harta dan kesenangan dunia lainnya). Jadikanlah suasana rumah lebih merdu dengan dentingan gelas minuman yang kita sajikan untuk mereka dan keberkahan yang melekat di seluruh penjuru ruangan dengan lantunan tilawah Qur-an puluhan suara-suara bening binaan-binaan kita.

“Barangsiapa mewariskan kebiasaan-kebiasaan baik maka dia akan mendapatkan terus pahala dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh yang mengikutinya” (Al Hadits)

Juni 29, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | enterprenuer, ilmu pengetahuan, syareah | , | Belum Ada Tanggapan

ubuntu 10.04

Pengembang distro Linux Ubuntu telah membuat gebrakan baru dengan menambah performance booting Ubuntu. Ambisi developer Linux Ubuntu ini akan diterapkan di tahun 2010 untuk mengurangi waktu booting hingga hanya 10 detik. Meningkatnya adopsi system operasi Linux di device netbook telah memberikan semangat kepada developer Linux untuk berfokus kepada performance startup system tersebut di netbook. Ubuntu 9.04 yang dirilis bulan lalu, juga merupakan salah satu distro Linux yang memiliki improvisasi ini.

Dalam presentasinya di Barcelona, developer Linux, Scott James Remnant mengungkapkan bahwa waktu booting Linux sudah berkurang dari 65 detik  di versi  Linux 8.10, hingga hanya 25 detik di Ubuntu 9.04. Canonical, vendor di balik Ubuntu, akan melanjutkan menambah improvisasi waktu booting di Ubuntu 9.10 dengan kode nama Karmic Koala. Menurut klaim Remnant, waktu booting Ubuntu 10.04 akan diubah menjadi 10 detik saja, segera rilis mengikuti Karmic.

Remnant memberikan informasi di bagian mana waktu booting akan berkurang. Sebuah strategi penting akan membuat display server Xorg akan berjalan secepat mungkin, sehingga akan memberikan waktu yang singkat untuk mengangkat komponen yang harus ditempatkan sebelum Xorg start, termasuk komponen udev device manager dan initramfs, sebuah system file temporer yang di-load ke syetm memory untuk memfasilitasi pross startup. Sementara Initramfs bertindak sebagai penanggung jawab untuk mounting root system file dan load module kernel. Selain itu, Initramfs juga memainkan peran untuk software RAID, enkripsi disk, booting dari system file jaringan, dan melakukan task lain yang sama. Remnant mengungkapkan akan mengurangi waktu kinerja kedua komponen di atas dan menghilangkan beberapa aktivitas yang dapat memperlambat startup.

Remnant mengatakan bahwa kernel dan initramfs akan mengambil waktu 2 detik, loading driver, filesystem mounting, dan load lainnya akan menghabiskan waktu 2 detik, launching display Xorg sekitar 2 detik, dan 4 detik untuk launching desktop environment dan layanan lainnya yang menjadi bagian dari session user. Komputer akan full load dan siap digunakan dalam waktu 10 detik, tambah Remnant.(h_n)

Juni 26, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Laptop, Programing, ilmu komputer | , , , | & Komentar

Choosing the Best External Hard Drive Setup

Backing up the information on your computer’s hard drive on a regular basis is one of the most crucial tasks that you can perform and should be at the top of your list of daily things to do. Though external hard drives have been available for a while, it is only recently that they have become extremely popular, compact, and ultra affordable. However, selecting the best external hard drive for backing up your files can be a little confusing especially if you are not really comfortable with technology.

Sure, you could use either DVDs or CDs to back up your files, but eventually all those discs add up. Add in the fact that backing up data using discs is time consuming and discs are easily damaged, and external hard drives become a much more appealing option. Plus, discs take up excess space and can be misplaced. Choosing the best external hard drive for your needs will depend on a few things, though.

One of the first things that you will need to consider when selecting the best external hard drive for backing up your files is the type and size of files you are saving. Some types of external drives are more portable than others, so the best external hard drive for your needs will depend on the types and amounts of files you need to store. For example, if you have tons of graphics, photos, videos, etc., you will obviously choose a drive that is less portable.

If you like being able to carry your files with you, then the best external hard drive for you may be something like a flash drive. Flash drives are great if you need to have your files handy and you do not want to carry around a larger external drive. They fit easily on your keychain or in your purse and come in different sizes from about 128 MB to up to 4 GB, so you can fit a great many files on the drive.

If you backing up all the files on your computer’s drive, then the best external hard drive for you is going to be something a little larger. You can purchase an external hard drive with tons of storage – up to a terabyte – that is approximately the size of a paperback book. So while these drives are also theoretically portable, they are considerably larger than flash drives.

One of the best things about the new generation of external hard drives is that you can pack so much more information in a smaller space, making them ultra portable. They do not even need to be plugged into an outlet and can be powered via the USB ports on your computer.

Choosing the best external hard drive is largely a matter of doing your research. If you look in the circulars in the newspaper each week, there are numerous hard drives on sale and the prices are steadily decreasing. In the end, selecting the best external hard drive will be a matter of choosing the drive with the features that work best for your storage needs.

About the Author:

Computer Juice offers a community of like minded individuals so you can get help for your computer problems. Visit us at – http://www.computer-juice.com/forums/f44/best-external-hard-drive-5234/ or http://www.computer-juice.com/forums/f44/best-external-hard-drive-5234/.

Juni 22, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | ilmu komputer | , , , , | Belum Ada Tanggapan

10 PENGHAPUS DOSA

1.Taubat

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاَةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا. إلا من تابوءامن وعمل صالحا فأولائك يدخلون الجنة ولايظلمون شيئا. ( مريم : 59-60).

“Maka datanglah sesudah mereka , pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih, maka mereka itu akan masuk kedalam jannah dan tidak dianiaya (dirugikan) sedukitpun”. (Maryam : 59-60).

} وَالَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا . وَالَّذِينَ لاَيَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلَهًا ءَاخَرَ وَلاَيَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَيَزْنُونَ وَمَن يَّفْعَلْ ذَلِكَ يَلقَ أَثَامًا . يُضَاعَفُ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا.

( الفرقان: 68 -70).

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb selain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharam,kan oleh Allah, kecuali denagn alasan yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan hal yang demikian itu niscaya dia mendapat balasan atas dosa-dosanya itu. Akan dilipat gandakan adzab bagi mereka pada hari kiamat, dan ia kekal didalam adzab itu dalam keadaan hina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, maka mereka tiu kejahatan mereka digantikan oleh Allah denagn kebajikan. Dan adalah Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (Al Furqan: 68-70).

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. ( أزمر: 53).

“Katakanlah: “Hai hamba-hambaku yang melampoi batas terhaap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (Az Zumar: 53).

2. Itigfar

3. Amal kebaikan

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ .

( هد : 114).

“ Dan tegakkanlah shalat pada kedua penghujung siang (pagi dan petang), dan paa bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang buruk itu akan menghapuskan (dosa) perbatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”. ( Hud: 114).

Dalam sebuah haits rasulullah Salallhu’alaihiwasallam bersabda:

إتق الله حيث ما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحوها و خالق الناس بخلق حسن

“ Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan ikutilah amalan kejelekan denagn amalan-amalan kebaikan yang menghapuskan (dosa) kejelekan itu dan pergaulilah manusia denagn akhlaq yang baik”.

4. Musibah

Rasulullah Salallhualaihiwasallam bersabda:

عن أبي سعيد الخدري قال : قال قال رسول اله صلى الله عليه وسلم : ما يصيب المؤمن وصب ولا نصب لا غم ولا هم و لا حزن إلا كفر بها حطاياه . (رواه البخاري و مسلم).

5. Adzab kubur

6. Do a dan istigfar kaum muslimin

7. Amalan yang diperuntukkan baginya oleh orang-orang beiman yang masih hidup

8. Ketika meniti shirat

9. Syafa’at orang-orang yang diberi hak oleh Allah

10. Ampunan Allah

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ ءَامِنُوا بِمَانَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَآ أَوْنَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّآ أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللهِ مَفْعُولاً. ( النساء :47).

“ Hai orang-orang yang telah diberi al kitab, beimanlah kamu kepada apa yang telah kami turunkan (Al Qur an) yang membnarkan kitab yang ada pada kalian, sebelum kami merubah mukamu. Lalu kami puatar kebelakang atau kami kutuk mereka sebagaimana kami telah mengutuk orang-orang yang berbuat maksiat pada hari sabtu dan ketetapan Allah pasti berlaku. (An Nisa’:47).

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا .

( النساء: 116).

11. Goncangan pada hari kiamat

Juni 22, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | syareah | , , | Belum Ada Tanggapan

MEMBEDAH PERUT UNTUK MENGELUARKAN BAYI

Oleh
Syaikh Abddurrahman As-Sa’di

Pertanyaan.
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ditanya : “Apakah boleh membedah perut mayat wanita hamil untuk mengeluarkan bayi yang masih hidup?”

Jawaban.
Boleh, demi kemaslahatan dengan tidak menimbulkan kerusakan, dan perbuatan itu tidak termasuk melakukan penyiksaan terhadap mayat. Saya pernah ditanya tentang seorang wanita yang meninggal yang di dalam perutnya terdapat bayi yang masih hidup, apakah perut wanita itu harus dibedah untuk mengeluarkan bayi itu atau tidak ? Saat itu saya menjawab : Hal ini telah diketahui dari apa yang dikatakan oleh para ulama rahimahullah, mereka mengatakan : Jika seorang wanita hamil meninggal dan di dalam perutnya terdapat bayi yang masih hidup maka haram hukumnya membedah perut wanita itu, akan tetapi dengan cara pengobatan dan memasukkan tangan untuk mengambil janin bayi jika masih bisa diharapkan untuk hidupnya. Jika terdapat halangan dalam melaksanakan hal itu maka mayat itu tidak dikubur dahulu hingga bayi yang di dalam perutnya itu mati. Jika sebagian tubuh bayi itu telah keluar dalam keadaan hidup maka untuk mengeluarkan bagian lainnya, boleh dengan cara membedah perut mayat jika diperlukan.

Pendapat para ahli fiqih ini didasari dengan suatu ketetapan hukum, bahwa perbuatan semacam itu berarti penyiksaan terhadap mayat yang pada dasarnya diharamkan melakukan penyiksaan terhadap mayat, kecuali jika dalam melakukan perbuatan ini terdapat kemaslahatan yang besar dan nyata, yaitu jika sebagian tubuh bayi telah keluar dan dalam keadaan hidup, maka boleh mengeluarkan bagian lainnya dengan cara membedah perut, karena dengan demikian berarti ada kemaslahatan bagi bayi yang akan dilahirkan. Artinya, jika bedah tidak dilakukan maka akan menimbulkan bahaya baru bagi si bayi, dalam keadaan seperti ini kepedulian terhadap yang hidup harus lebih banyak dan lebih besar dari pada yang telah meninggal.

Akan tetapi pada zaman ini ilmu kedokteran telah semakin canggih, di mana proses pembedahan perut atau sebagian tubuh lainnya tidak termasuk penyiksaan terhadap mayat, sehingga hal itu dapat dilakukan pada manusia hidup dengan seizin dan kehendak mereka yang kemudian disertai dengan berbagai macam pengobatannya.

Maka kemungkinan besar ahli fiqih itu, bila menyaksikan kecanggihan ilmu kedokteran saat ini, akan menetapkan hukum dibolehkannya membedah perut mayat wanita hamil yang didalamnya terdapat bayi yang masih hidup, terutama bila telah selesai masa kehamilannya dan diketahui atau diduga bahwa bayi masih hidup.

Di antara alasan yang membolehkan membedah perut mayat hamil untuk mengeluarkan janin bayi yang masih hidup adalah kaidah Ushul Fiqh (Kaidah-kaidah Umum Fiqh) yang mengatakan : Jika ada tolak belakang antara beberapa kemaslahatan dan beberapa kerusakan, maka yang harus didahulukan adalah kemaslahatan yang lebih besar di antara dua kerusakan. Ini artinya bahwa tidak membedah perut adalah suatu kemaslahatan, dan selamatnya bayi untuk tetap hidup adalah suatu kemaslahatan yang lebih besar, bagitu juga sebaliknya bahwa membedah perut adalah suatu kerusakan sementara membiarkan bayi hidup di dalam perut ibunya yang telah meninggal hingga bayi mati tercekik adalah suatu kerusakan yang lebih besar.

Dengan demikian, membedah perut adalah kerusakan yang lebih ringan. Kita kembali kepada masalahnya, kami berpendapat bahwa membedah pada zaman ini tidak termasuk penyiksaan terhadap mayat dan tidak termasuk kerusakan, maka dengan demikian tidak ada hal yang menghalangi pembedahan mayat untuk mengeluarkan bayi yang masih hidup. Wallahu A’lam.

[Al-Majmu'ah Al-Kamilah, Syaikh Abdurrahman As-Sa'di, 7/136]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang WanitaFatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, hal 193-194, Darul Haq]

Juni 21, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, ilmu pengetahuan, keluarga, syareah, wanita | , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah disunnahkan bagi wanita ketika mengusap kepala dalam berwudhu untuk memulai dari bagian depan kepala hingga bagian belakang, kemudian kembali lagi ke bagian depan kepala sebagaimana yang dilakukan laki-laki dalam berwudhu ?

Jawaban.
Ya, karena pada dasarnya segala sesuatu yang ditetapkan bagi kaum pria dalam hukum-hukum syari’at adalah ditetapkan pula bagi kaum wanita, dan begitu juga sebaliknya, suatu ketetapan yang ditetapkan bagi kaum wanita ditetapkan pula bagi kaum pria kecuali dengan dalil, dalam hal ini saya tidak mengetahui adanya dalil yang memberi kekhususan pada wanita maka dari itu hendaknya kaum wanita mengusap dari bagian depan kepala hingga bagian belakangnya walaupun berambut panjang, karena hal itu tidak memiliki pengaruh, sebab arti dari ketetapan Allah dalam hal ini bukan berarti harus meremas rambut dengan kuat hingga basah melainkan cukup mengusapnya dengan tenang.
[Majmu' Fatawa wa Rasa'il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin 4/151]
Hukum Mengusap Rambut Yang Disanggul (Atau Dikepang)

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukumnya mengusap rambut yang disanggul (atau dikepang) pada seorang wanita saat berwudhu ?

Jawaban.
Dibolehkan bagi seorang wanita untuk mengusap rambutnya yang disanggul (atau dikepang) atau terurai, akan tetapi ia tidak boleh mengepang atau menyanggul rambut di bagian atas kepalanya, karena saya khawatir wanita itu akan masuk dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi.

“Artinya : Dan para wanita yang berpakaian tapi (seperti) telanjang, kepala mereka bagaikan ponuk unta yang berlenggak-lenggok, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, walaupun aromanya itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian”.

Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq hal. 8-9 penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin.

Juni 21, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

DAYA INGAT YANG MENGAGUMKAN

Bayi pun bisa mengingat, lo. Apalagi jika pengalaman itu amat berkesan di hatinya, akan dibawanya hingga besar.

Orang tua mana, sih, yang ingin dilupakan oleh buah hatinya? Jadi, wajar saja, ya, Bu-Pak, bila kita cemas kala harus meninggalkan si kecil yang baru beberapa bulan untuk waktu lama, entah lantaran urusan pekerjaan atau mendapat tugas belajar di luar kota/negeri. Jangan-jangan, sekembalinya kita dari tugas, si kecil tak lagi mengenali kita.

Padahal, kecemasan tersebut sebenarnya tak perlu terjadi. Soalnya, meski masih bayi, si kecil sudah punya daya ingat dan memori. Jadi, “bayi akan teringat terus, baik pada hal-hal yang punya kesan amat manis maupun tak menyenangkan,” tutur Dra. Dewi Mariana Thaib. Bahkan, meski kesan tersebut hanya selintas-lintas saja dan akan terlewat dengan kejadian lain yang lebih menyenangkan, si kecil tetap ingat.

DIDAPAT DARI PENGALAMAN

Daya ingat, terang psikolog pada RS Bunda, Jakarta ini, sebetulnya bagian dari kecerdasan. “Dalam kecerdasan itu, kan, ada perkembangan motorik, daya nalar, emosi, daya ingat, dan konsentrasi.” Jadi, daya ingat masuk dalam perkembangan kognitif.

Memang, diakui Dewi, fungsi daya ingat bayi belum terlalu banyak. Kita pun tak bisa memastikan kapan bayi akan ngeh dengan apa yang dilihat atau diingatnya, karena daya ingat merupakan hal yang abstrak. “Daya ingat adalah sesuatu yang pada akhirnya mengarah pada keberadaan diri dengan lingkungan sosialnya, entah dia suka atau tidak berada pada lingkungan sosialnya.” Dengan demikian bisa dikatakan, daya ingat didapat bayi dari pengalaman dan yang diajarkan.

Daya ingat yang diperoleh dari pengalaman ini, lanjut Dewi, amat erat kaitannya dengan perkembangan motorik maupun tugas-tugas perkembangan. “Begitu lahir, bayi, kan, harus beradaptasi dengan keadaan sekelilingnya.

Kecemasan-kecemasan mulai timbul dan pancaindra mulai berfungsi. Ia mulai kontak dengan ibu saat digendong dan disusui ASI sambil meraba-raba tubuh sang ibu.”

Kemudian di usia 3-6 bulan ia mulai mengangkat kepalanya, belajar mengenal orang, tersenyum, mengoceh, mencoba meraih benda yang didekatnya. Setelah usia 6 bulan, ia mulai belajar pelan-pelan merangkak, tengkurap bolak balik, duduk, dan sebagainya. “Nah, bila dulu daya serapnya lewat mainan hanya sekadar dapat meraih saja, kini sudah bisa dipegang-pegang dan dipindah-pindah tangan. Ia juga sudah bisa membedakan mana orang tuanya.”

Berikutnya, di usia 9 bulan ia mulai punya rasa, seperti rasa manis dan asin. Makanya, bila ia tak suka asin, ia akan menolak kala diberi makanan yang rasanya asin. Lalu di usia 9-12 bulan ia sudah bisa berdiri, meraih segala sesuatu, melihat sekelilingnya, berkata satu-dua kata, bahkan bisa berjalan. Jadi, daya jangkaunya sudah lebih luas lagi.

“Meski fungsi indra dan intelektualnya belum sempurna seluruhnya, tapi ia mulai merasakan reaksi dari apa yang dilakukannya. Dari situ ia mulai mengingat, apa yang boleh dan tidak dilakukannya.” Misal, di usia 6-9 bulan, kala ia menjatuhkan mainan, ia berpikir hal itu menyenangkan dan ia akan mengingatnya kembali, hingga ia pun menjatuhkan lagi mainannya.

CEMAS DAN MENARIK DIRI

Jadi, sangat erat kaitannya dengan tugas-tugas perkembangannya: ia belajar dari apa yang dilakukannya atau pengalamannya. Pada bayi normal, terang Dewi, ia pun bisa merasakan reaksi dari yang sudah ia lakukan, dan apakah hal itu menyenangkan atau tidak. Pengalaman yang menyenangkan akan terus diulang-ulang.

Nah, pengalaman menyenangkan atau berkesan ini akan melekat dan membekas terus dalam ingatannya. Itulah mengapa, pada masa 0-12 bulan ini diharapkan kehadiran bayi bisa diterima dan dirinya merasa nyaman di lingkungannya. Apalagi, meski belum mengerti, bayi pun bisa merasakan dirinya diterima atau tidak. “Ia bisa melihat bagaimana sikap ibu yang penuh kasih sayang, entah dari cara si ibu menyanyi, mengajak bicara, tersenyum, dan sebagainya.”

Bila si ibu bisa menerimanya dengan penuh kasih sayang, ia pun akan merasa aman, nyaman, dan diterima dalam lingkungan sosialnya yang baru di dunia. Hal ini akan tampak dari pancaran matanya yang selalu berbinar, pandangannya yang tak kosong, dan wajahnya yang kerap tersenyum. “Biasanya bayi-bayi seperti ini akan tumbuh jadi bayi lucu dan menyenangkan pula.”

Sebaliknya, ia pun bisa merasakan bila tak diterima, yakni dari sikap sang ibu yang kasar padanya, entah karena si ibu belum siap menerima kehadiran anaknya atau sebab lain. Pengalaman tak menyenangkan ini akan membekas di ingatannya. Dampaknya, “ia selalu dilanda kecemasan dan akan menarik diri dari hal-hal tak menyenangkan yang diterimanya dari lingkungan.” Itu sebab, tekan Dewi, jangan sampai di tahun pertama ini bayi punya trauma berat. “Kelak ia akan jadi takut dan mengalami kesulitan bila masuk ke lingkungan sosial.”

MENDETEKSI DAYA INGAT

Tentunya, daya ingat bayi tak sama pada tiap anak: ada yang baik dan tidak. Untuk mendeteksinya, lihat saja tugas-tugas perkembangannya.

“Bila ia dapat melewati tugas-tugas perkembangannya dengan baik dan tanpa kesulitan, berarti kecerdasannya normal,” kata Dewi. Soalnya, pada anak cerdas, biasanya daya ingatnya juga baik. Jadi, bayi-bayi yang kecerdasannya normal cenderung lincah dan cepat bereaksi pada sesuatu hal, kecuali jika mengalami kegemukan atau lebih kerap digendong.

Nah, jika tugas-tugas perkembangan yang dilaluinya meleset agak jauh atau tak sesuai, biasanya kecerdasannya pun tak begitu bagus. “Daya ingat yang tak begitu baik ini biasanya tampak dari caranya menangkap instruksi: ia takkan mengerti instruksi yang diberikan padanya.” Jadi, bila dalam tugas-tugas perkembangannya ia tak menunjukkan respon, kita patut curiga dan segera telusuri sebabnya.

Walau begitu, bukan berarti tiap bayi yang kala dipanggil namanya tak menoleh atau disodori mainan diam saja, maka daya ingatnya tak baik, lo. “Pada tiap anak, masalah yang dipunyainya tentu beda. Bisa saja bukan daya ingatnya yang tak baik, tapi karena ada masalah di indra pendengarannya atau saat ibu hamil punya penyakit tertentu yang bisa berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi, dan sebagainya.”

Bisa juga karena kurang dilatih motoriknya hingga ia mengalami keterlambatan perkembangan.” Bayi gemuk dan sering dipangku, misal, bisa jadi motoriknya lamban. Makanya, disarankan agar orang tua rajin menstimulasi bayinya di tahun pertama ini. Soalnya, masa ini merupakan penentuan karakter si bayi kelak. Lagi pula, bila kita rajin menstimulasi si kecil, kita jadi tahu bagaimana perkembangannya. Hingga, bila dirasa ada keterlambatan, kita bisa segera memeriksakannya ke dokter: apakah ada sesuatu dengan telinganya, mata, otak, atau sarafnya. Setidaknya, bila terdeteksi di usia ini, masih mungkin diobati ketimbang bila ia sudah usia balita.

Yang jelas, Bu-Pak, bila dirasa si kecil punya daya ingat tak baik, segera periksakan ke dokter. Terlebih bila kita sudah rajin menstimulasinya, tapi ternyata ia tak juga mengalami kemajuan perkembangan. Selain itu, harus pula disadari, daya ingat bayi pada sesuatu hal bisa berubah. “Jadi, bisa saja pengalaman itu terlupakan bila banyak pengalaman lain yang lebih berkesan.” Kecuali bila pengalaman yang menyenangkan itu amat membekas, maka tak mudah dilupakan. Sama halnya bila ia mendapat pengalaman tak menyenangkan yang amat membekas, juga akan teringat terus. Misal, orang tua memperlakukannya secara kasar.

Disamping tentu saja, bila terjadi sesuatu hal yang berpengaruh pada kepala atau otaknya, semisal akibat terjatuh atau mengalami kejang-kejang, akan membuat daya ingatnya juga berubah.

AJARKAN BERULANG-ULANG

Untuk merangsang daya ingat, tutur Dewi, bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti mengajak bicara, bermain, bernyanyi, dan lainnya. Namun cara menstimulasinya harus benar, yaitu yang menyenangkan, bukan dipaksa. Selain itu, komunikasi tak boleh dilupakan. Jadi, kita harus sering mengajaknya bicara. “Biasanya kalau sang ibu rajin, usia 9 bulan bayi sudah mulai mau berkata- kata.”

Tentunya, dalam menstimulasi juga perlu alat peraga atau benda yang dimaksud. Misal, “Ini bola.” sambil kita tunjukkan bolanya, lalu kata-kata tersebut diulang-ulang dengan menggunakan pertanyaan, “Mana bolanya?” Bila daya ingatnya baik, lama-kelamaan saat ditanya ia akan cepat memberi respon. Jadi, kala ditanya, “Mana bolanya?”, ia akan langsung menunjuk benda yang dimaksud.

Di usia setahun biasanya ia sudah bisa sedikit bicara, satu atau dua kata, hingga kita bisa menggunakan cara dengan pertanyaan dibolak-balik seperti, “Ini apa?” sambil memperlihatkan sebuah bola, atau, “bolanya mana?” Makanya, begitu si kecil tampak mulai ada keinginan bicara, alat peraga sebaiknya diperbanyak. Kita bisa membuatnya sendiri dari guntingan gambar yang ditempelkan pada potongan-potongan karton kecil. Carilah gambar yang tak terlalu besar semisal gambar buah apel. Sambil ditunjukkan karton bergambar itu, katakan, “Ini apel.” Agar ia lebih mudah mencerna maksudnya, lebih baik lagi bila ada apel yang sebenarnya atau apel mainan dari plastik.

Dengan seringnya bayi melihat dan diajarkan berulang-ulang, akan melekat di kepalanya, hingga otomatis daya ingatnya juga baik. Hal ini juga berlaku, pada contoh di awal tadi. Jika ayah harus meninggalkan bayinya untuk waktu lama, maka ibu harus sering-sering memperlihatkan foto-foto ayah maupun memperdengarkan suara ayah ketika sedang menelepon atau rekaman suaranya. Dengan demikian diharapkan si kecil tak asing lagi atau tak merasa takut kala dipegang ataupun menjerit saat bertemu dengan ayahnya kelak.

Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengenalkan anggota keluarga yang jarang bertemu semisal kakek-nenek atau om-tante. Pendeknya, orang tua harus rajin mengenalkan hal-hal di sekelilingnya, mengenai dirinya, keberadaannya, dan hubungannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Jadi, tak usah takut lagi si kecil bakal lupa sama orang tuanya, ya, Bu-Pak.

Dedeh Kurniasih . Foto : Iman (nakita)

Juni 20, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, cinta, ilmu pengetahuan, keluarga, syareah, wanita | , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Tahapan Perkembangan Usia 0-1 Tahun

* 1 bulan – Dapat mengangkat kepala sebentar ketika tengah tengkurap. – Refleks menggenggamnya makin berkembang kuat. – Bisa melihat pola hitam-putih dari jarak 8 inci dari wajahnya. – Menggunakan ekspresi wajah untuk menarik perhatian kita. * 2 bulan – Dapat mengangkat kepala setinggi 45 derajat selama beberapa menit. – Kepala tetap tegak takkala dipegang dalam posisi berdiri. – Menenangkan diri dengan cara mengisap jari atau dot. – Mata mengikuti objek yang bergerak. * 3 bulan – Dapat mengangkat kepala setinggi 90 derajat ketika tengkurap. – Kepala tegak dalam posisi didudukkan. – Melihat berbagai warna dengan jelas. – Menggunakan tangan yang mengepal ketika memukul mainan atau suatu objek. – Muncul senyum sosial pertama. * 4 bulan – Memasukkan setiap objek ke mulut (sebagai tanda eksplorasi). – Mengeksprolasi tangan dan kakinya sendiri. – Dapat mengenali orang dan objek. – Mulai mengkonsumsi makanan semi padat. – Berguling dari arah depan ke belakang atau sebaliknya. – Mengangkat dada ketika tengkurap dengan di-support kedua tangannya. * 5 bulan – Berceloteh dan tertawa keras. – Kepala tegak dalam posisi diberdirikan. * 6 bulan – Menggerak-gerakkan mainan yang berbunyi. – Dapat memindahkan suatu objek dari tangan satu ke tangan lain. – Dapat duduk sendiri. – Dapat memegang botol sendiri. – Bisa berkata “ba”, “ga” , “ma” atau kombinasi konsonan dan vokal lainnya. – Menunjukkan kelekatan dengan cara menangis ketika orang yang dekat dengannya pergi. – Meraih objek yang menarik perhatiannya. * 7 bulan – Berdiri dengan bantuan. – Menggunakan cara berguling untuk bergerak. – Dapat memegang kuping cangkir dengan bantuan. – Menunjukkan rasa cemas melihat orang baru. * 8 bulan – Dapat makan craker atau makanan yang kecil. – Melihat ketika ada barang jatuh. – Merangkak dalam jarak dekat. – Berusaha berdiri. – Menggunakan tangan yang tergenggam untuk memungut barang. – Bermain ciluk ba. – Menggunakan telunjuk untuk menunjuk sesuatu. * 9 bulan – Berkata “mama” atau “dada” – Mengambil makanan dengan jari. – Dapat melangkah sebentar dengan bantuan. – Merangkak ke tangga. – Merespon beberapa perkataan terutama bila dipanggil namanya. * 10 bulan – Berdiri dengan bantuan. – Dapat duduk dari posisi berdiri. – Dapat ditarik dari posisi tidur ke posisi duduk. – Mencari objek yang disembuyikan. – Mengulang suara atau gerakan untuk menarik perhatian. – Dapat melambaikan tangan. * 11 bulan – Berceloteh panjang. – Mengangkat tangan atau kaki ketika dipakaikan baju. – Memegang cangkir atau gelas sendiri. – Merambat (berjalan dengan memegang meja atau benda lainnya). – Berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan sesuatu. * 12 bulan – Berdiri tanpa bantuan. – Berjalan tanpa/dengan bantuan. – Memberikan ciuman ketika diminta. – Mengambil dan memberikan mainan. – Menggerakkan benda ketika mencari mainan/objek. C/Hani

AGAR SI PEMALU BERANI BICARA Buat anak pemalu, jangankan untuk berbicara, diminta menyapa orang lain saja, belum tentu ia mau melakukannya. Nah, agar si pemalu berani omong di lingkungan sosialnya, kita perlu mendukungnya untuk lebih percaya diri. Misalnya dengan mengatakan, “Kemarin Tante di sebelah rumah senang sekali waktu Kakak mengucapkan salam kepadanya. Ia benar-benar suka sama Kakak.” Namun buat anak yang terlalu ramah terhadap orang-orang di sekitarnya, ia perlu masukan dari kita tentang bagaimana mengendalikan keramahan yang berlebihan. Misal, “Boleh-boleh saja, kok, Kakak mengucapkan ‘Halo’, asalkan kepada teman-teman sebayamu. Namun jangan digunakan pada saat kita bertemu dengan orang yang lebih tua karena tak sopan.” MENGAJARKAN KEAMANAN DIRI Di usia prasekolah, lingkungan sosial anak makin luas. Itu sebab, ia perlu diajarkan menjaga keamanan dirinya, seperti, “Jangan pernah berbicara dengan orang asing, sekalipun jika mereka minta pertolongan,” atau “Jangan pernah menerima makanan maupun minuman apa pun dari seseorang yang belum kita kenal sama sekali.” Kita bisa mengajarinya lewat permainan peran agar ia lebih mudah menyerap informasi yang kita berikan. Misal, tanyakan padanya, “Andaikan suatu waktu ada seorang anak yang lebih besar dari Kakak memaksa untuk mencarikan kucing peliharaannya yang hilang, apa yang akan Kakak lakukan?” Beri tahukan pula langkah apa yang akan kita ambil bila menghadapi hal tersebut, yaitu, “Segera menyingkir dan mencari orang dewasa yang kita kenal untuk meminta bantuan.” AJARKAN MENGONTROL DIRI Anak-anak yang pemberani perlu dibantu untuk mengendalikan dorongan dalam dirinya. Kalau tidak, keberaniannya bisa mencelakakan dirinya sendiri. Misal, si kecil melompat tinggi-tinggi di atas jalan beraspal. Jika terjatuh, tentu ia bisa terluka. Namun melarangnya juga bukan cara yang bijak. Paling baik, jelaskan padanya seperti, “Ibu tahu Kakak bisa melakukannya. Namun menurut Ibu, lompatan itu sepertinya terlalu tinggi buat Kakak padahal Kakak akan jatuh di aspal. Jadi, sebaiknya coba dulu melompat di atas rumput.” Akan halnya si penakut, yang perlu kita lakukan adalah mendorongnya untuk lebih percaya diri akan kekuatan tubuhnya. Misal, si kecil takut naik perosotan, katakan, “Walaupun perosotan itu sepertinya tinggi, tapi Ibu pikir cukup aman karena Kakak akan mendarat di pasir. Coba, deh, nanti Ibu yang akan menangkap Kakak begitu sampai di bawah.” C/Hendi

Bayi pun Bisa Mengenali Dirinya, Lo! Seiring berjalannya waktu, hubungan antar jaringan-jaringan sinapsis yang bertugas mengatur “program kerja” di otak akan semakin kuat. Kian eratnya hubungan antar jaringan inilah yang antara lain menumbuhkan sense of self dalam diri seseorang. Artinya, si kecil pun mulai mengenali dirinya sebagai individu/makhluk independen. Ada cara sederhana yang bisa kita pakai untuk menguji apakah sense of self ini sudah terbentuk dalam diri si kecil. Coba oleskan sedikit lipstik di hidungnya, lalu ajak ia bercermin. Bayi-bayi yang baru berusia sekitar 4 bulan, umumnya hanya akan menunjuk-nunjuk ke bayangan wajah yang muncul di cermin tanpa memberi reaksi berlebih karena memang belum bisa mengenali dirinya. Namun bayi-bayi yang lebih besar akan menunjukkan reaksi berbeda. Awalnya, mereka akan tertegun, tapi lalu segera memperlihatkan kegembiraan luar biasa. Mereka langsung menyentuh dan menggosok-gosokkan olesan lipstik di hidung mereka saat dihadapkan ke cermin. Soalnya, jelas Esther Thelen dari Universitas Indiana, AS, pada tahapan usia belasan bulan inilah bayi mulai mengenali bahwa yang terpantul di cermin adalah wajah mereka. Nah, Bu-Pak, cikal bakal pengenalan dan kebanggaan diri inilah yang perlu terus dipupuk agar anak semakin menemukan jati dirinya saat dewasa kelak. N/Yanti

Ayah-Ibu, Hati-Hati Bertingkah Laku Sering, kan, kita mendengar nasehat agar selama hamil, calon bapak dan ibu tak bertingkah laku yang neko-neko; pandai-pandai mengendalikan sikap dan perilaku? Tujuannya, agar anak yang lahir kelak menjadi anak baik dan tak terpengaruh tindakan ibu-ayahnya saat ia masih di kandungan. Memang, sampai saat ini belum ada kepastian ilmiah seberapa jauh tindakan ayah-ibu selama ibu hamil, akan berpengaruh pada perilaku anak setelah dilahirkan. Yang jelas, perkembangan ilmu pengetahuan tentang perkembangan anak selama ini menunjukkan, selain kondisi fisik-fisiologis ibu saat hamil, keadaan lingkungan kehidupan ibu juga berpengaruh pada perkembangan bayi. “Ternyata bayi tak tumbuh seperti parasit yang mengambil semua zat terbaik dari ibu demi perkembangan dirinya. Semua hal yang dialami ibu, akan mempengaruhi janin secara tak langsung melalui reaksi fisiologis ibu yang dampaknya akan mengenai kondisi uterus sebagai lingkungan kehidupan janin,” jelas dra. Shinto B. Adelar, Msc., di acara Ibu Bayi & Balita yang ditayangkan di ANteve, kerja sama nakita dengan PT Endrass Perdana Film. Pertama, pengaruh obat-obatan, rokok, dan alkohol yang dikonsumsi ibu hamil membawa risiko pada bayi. “Ibu perokok banyak melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, kurang responsif terhadap lingkungan, kewaspadaan kurang, perhatian kurang dan cepat bosan.” Kedua, stres emosional juga berdampak pada perkembangan perilaku bayi. “Ibu hamil yang berada dalam keadaan stes mengalami kecemasan yang kuat atau berkepanjangan cenderung lebih rentan terhadap abortus spontan, mengalami komplikasi persalinan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kesulitan pernafasan.” Ibu yang mengalami depresi berat atau berkepanjangan berisiko melahirkan bayi yang pasif, terlihat seperti mengantuk dan sering menangis. Stres mempengaruhi susunan saraf otonom, hingga hormon adrenalin akan diproduksi cukup banyak. Nah, hormon akan menembus plasenta masuk ke aliran darah, hingga bayi juga mengalami stres, detak jantungnya lebih cepat, banyak sekali bergerak, dan pasokan oksigen berkurang. Dalam keadaan stres, darah disalurkan ke seluruh bagian tubuh agar siap untuk menghadapi bahaya, hingga pasokan ke uterus berkurang. Pada janin dalam keadaan stres, nutrisi ternyata tidak/kurang dapat diserap/dimanfaatkan untuk pertumbuhan badan hingga berat badan lahir bayi menjadi rendah. Setelah lahir, bayi cenderung jadi irritable atau lekas marah, gelisah dan temperamen sulit. Hal ini dapat berpengaruh jangka panjang seperti hasil penelitian menunjukkan, anak yang mengalami stres saat di kandungan ternyata lebih banyak mengalami masalah psikologis dibandingkan yang tak mengalami stres. Untuk itu, ibu hamil perlu memperoleh lingkungan yang supportive dari pasangan, orang tua, dan mertua. Calon ibu perlu menata diri agar kondisi emosionalnya positif.

Mengenal Skizofrenia : Gejalanya Mirip Hiperaktif Namun jangan buru-buru “menuduh” si kecil yang hiperaktif menderita skizofrenia, ya, Bu-Pak. Soalnya, untuk menegakkan diagnosis skizofrenia pada anak bukan hal mudah dan harus ekstra hati-hati. “Butuh observasi tingkah laku lebih jauh, terutama pada anak dengan gangguan berbahasa yang berat. Pada kasus-kasus seperti ini perlu waktu terapi lebih lama,” tutur Dr. Eliyati D. Rosadi, SpKJ., psikiater anak pada Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta. Selain itu, kemunculan skizofrenia amat jarang terjadi pada balita. Dari populasi penderita di Indonesia yang diperkirakan berjumlah sekitar 2 juta orang, hanya 0,1-1 persen anak usia di bawah 10 tahun yang mengalaminya. Jadi, bisa dibayangkan betapa kecil kemungkinannya. Cuma, bila ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini, perlu perhatian lebih. Soalnya, faktor genetik merupakan penyebab potensial munculnya skizofrenia. “Kemunculannya 5-20 kali lebih besar pada orang yang punya hubungan saudara ketimbang populasi umum.” Adapun yang lebih berpeluang mendapat “warisan” penyakit ini ialah anak lelaki karena kromosomnya XY. Jadi, entah ayah/ibunya yang menderita, peluangnya sama besar buat si Buyung. Bukan berarti yang lainnya aman-aman saja, lo. Sebab, komplikasi kehamilan dan persalinan juga berpotensi memunculkan penyakit ini. Misal, ibu hamil terkena TORCH, demam tinggi akibat influensa berat atau rubella/campak, ketuban pecah dini atau berwarna hijau dan partus lama. Soalnya, kejadian-kejadian tadi memperbesar risiko janin mengidap traumatic brain injury. Begitu juga bila ibu hamil tercemar zat-zat beracun semisal alkohol dan nikotin. Itu sebab, ibu hamil selalu dianjurkan menjauhkan diri dari hal-hal yang merugikan kesehatan diri dan janinnya. Sementara komplikasi persalinan berupa tindakan yang menimbulkan trauma/perlukaan. Penyebab lain, faktor organik seperti terganggunya proses maturasi/kematangan saraf pusat, juga memunculkan skizofrenia. Misal, komplikasi perinatal/bayi baru lahir seperti perubahan pada batok kepala, baik dalam bentuk maupun ukuran yang akan berpengaruh pada otak bayi. Bisa juga karena kerusakan susunan saraf pusat akibat tumor otak dan trauma kepala, atau ada kemunduran kerja saraf, gangguan metabolisme, maupun kerusakan otak akibat infeksi atau sebab lain. CIRI-CIRI Skizofrenia merupakan gangguan perkembangan saraf yang berakibat pada fungsi kognisi, afeksi, dan hubungan sosial. Gangguan ini bersifat kronis dan bisa terbilang gangguan jiwa taraf berat karena penderita mengalami split personality/jiwa terbelah. Kendati di tingkat ringan, penderita bisa hidup normal; di tingkat sedang, dapat menjalani kehidupan sehari-hari tapi disertai keluhan berkepanjangan. Kecuali di tingkat berat, penderita sulit membedakan alam nyata dengan alam fantasinya. Pada anak, terang Eliyati, skizofrenia muncul perlahan berupa ketaknormalan perkembangan secara umum dan kepribadian, mencakup gangguan tingkah laku dan gangguan perkembangan yang berlipat ganda, yaitu gangguan kekurangan fungsi kognitif, motorik, sensorik, dan fungsi sosial. Adapun ciri-cirinya tak beda dengan penderita dewasa, yakni ada halusinasi (mendengar suara tanpa ada sumber suara). “Namun pada anak, ciri ini bukan harga mati sebagai gejala pasti skizofrenia. Soalnya, mungkin saja merupakan imajinasi belaka, salah interpretasi dari pengalaman intrapsikisnya, maupun salah mengerti pertanyaan atau gejala gangguan psikotik lainnya.” Yang jelas, skizofrenia ditandai adanya waham, yaitu pikiran yang salah karena bertentangan dengan dunia nyata tapi diyakini sebagai kebenaran semisal mengaku utusan nabi atau anak raja. Ciri lain yang dominan adalah disorganisasi berupa pola pikir dan tingkah laku yang kacau serta aneh seperti bicara sendiri, bicara ngaco karena asosiasi longgar, atau bahkan pola pikirnya tak logis. Selain itu, sulit menyusun kalimat/kata dengan benar lantaran antar kata sering tak nyambung karena mereka juga tak mampu mengolah informasi. Namun jangan salah, bukan berarti penderita skizofrenia adalah orang-orang yang ber-IQ rendah, lo. Justru mayoritas penderitanya ber-IQ tinggi, sedangkan yang ber-IQ rendah cuma 10-20 persen. Penderita juga “hobi” mengumpulkan sampah atau menimbun makanan tanpa tujuan, sering mengamuk/marah tanpa sebab, gelisah, gaduh, melenturkan atau bahkan mematung dan mengkakukan diri. Juga sering bengong, tak banyak bicara karena pikirannya miskin, apatis, dan tak punya keinginan untuk berbuat apa pun. Kemampuan afeksinya tumpul akibat memburuknya gangguan perasaan, yang bukan diakibatkan oleh perubahan suasana hati/mood. Begitu pula kemampuan daya pikirnya menurun secara progresif, hingga mengalami kemunduran belajar secara berlebihan. Bertumpuknya gangguan-gangguan tadi membuat yang bersangkutan mengalami kegagalan mencapai tahap perkembangan sosial yang diharapkan sesuai usianya. Terlebih fungsi sosialnya pun mengalami gangguan dengan menarik diri atau bahkan mengisolasi diri dari kehidupan sosial. Sementara kemampuan menolong diri sendiri juga hilang, hingga kondisi kesehatan dirinya buruk sekali. Kebersihan dirinya menurun drastis, semisal seminggu penuh ogah mandi, jarang ganti baju, atau mengenakan baju berlapis-lapis tanpa alasan. PENGOBATAN Upaya pengobatan ditempuh melalui 3 cara secara bersamaan: obat-obatan, rehabilitasi dan terapi psikologik. Tentu disesuaikan juga dengan perkembangan yang khas pada penderita, kebutuhan keluarga, dan perbedaan tingkat gangguan. Yang jelas, Bu-Pak, untuk membantu proses penyembuhan atau mengurangi tingkat kekambuhan, dukungan orang tua dan lingkungan amat berarti. Minimal dengan tak menganggap penderita sebagai musuh, pengacau atau orang yang harus disingkirkan karena menimbulkan aib bagi keluarga. Selain itu, Eliyati menyarankan orang tua si penderita atau mereka yang berpeluang terkena skizofrenia agar tak mematok tuntutan kelewat tinggi maupun mengumbar amarah saat anak gagal melakukan tugas tertentu. Soalnya, meski sudah dinyatakan sembuh, 30 persen gejala sisa pada skizofrenia akan kambuh. Yanti

Juni 20, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Anak, cinta, ilmu pengetahuan, keluarga, wanita | , , , , , | Belum Ada Tanggapan

google rank

Collect the real secrets to get 1st Google Rank
The numerical value denotes the value of any web page rank on the internet. It is highly depending upon the user traffic that which of the website they are using the most. It also depends upon the type of information they wanted to obtain from the search. There are sites providing incompetent information about any search due to the lack of proper informative materials. Sometimes they are not using the proper marketing software or the placement of their website unable for the users to find out or take help of their search engine optimization. To derive any information in general, people are taking the help of the most popular site that is Google that provides the maximum possible information to the user as per their inquiries. Website like Wikipedia.org or ezine.org are basically the articles sites do not provide any active link in the first paragraph of the information obtained from them. Page rank is normally given keeping in mind the traffic on the website which is very popular amongst the users and as per the Larry Page and Sergey Brin; undoubtedly Google is still enjoying the number one spot on the internet as the most used site.
In a website, the rank of pages really plays an important role which is used by Google. It has been observed that the RJO sites have gained the lion share of the traffic of the users and that has become possible with the help of its most efficient search engine. It is possible for anyone to find the page rank by installing the Google tool bar on your browser, the page rank would appear on the tool bar. This could be seen even with the repeated action to find the page rank. This makes easy for one to know the page rank of the particular website. One has to create the website keeping in mind the users’ traffic. International marketing strategies highly depends on the potential traffic which is expected to use or pay a visit to their website. The website should be linked with the proper profitable affiliate software to help them to http://www.bradcallen.com/”>make money online. It would be easy for the search engine optimization to find the placement of the website for the users if it is properly placed along with the other websites of the same trade. Google has not started updating all their servers and they would provide the suitable grade or rank within the short span. They will find out the placement of your site whether it has been placed at the right place or not. With the beginning of the updating there would be a reshuffling for all the sites and then the rank would be allotted accordingly.

Juni 18, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Laptop, ilmu komputer, internet | , , , , | 1 Komentar

Virus ATM

jAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah ATM (anjungan tunai mandiri) yang menjalankan Windows XP disebutkan rentan terhadap serangan otomatis yang dapat mencuri nomor rekening bank dan PIN. Di Eropa Timur, beberapa varian software jahat telah ditemukan di mesin-mesin uang yang di-hack. Demikian dilaporkan lembaga insecurity Trustwave Spiderlabs.
ADVERTISEMENT

Tidak dirinci bagaimana ATM-ATM itu terinfeksi, tetapi kelihatannya malware itu disandi (encode) pada sebuah kartu yang dapat disisipkan dalam sebuah ATM card reader yang me-mount serangan buffer overflow. Mesin ini terpapar dengan mengganti file isadmin.exe yang menginfeksi sistem.

Program isadmin.exe yang jahat kemudian memanfaatkan Windows API untuk memasang kode serangan. Caranya, dengan mengganti sistem file yang bernama lsass.exe dalam direktori C:-WINDOWS.

Begitu program jahat lsass.exe diaktifkan, program akan mengumpulkan nomor-nomor rekening dan PIN. Program lalu menunggu kendali manusia untuk menyisipkan kartu yang sudah dimanipulasi untuk mengambil alih ATM.

Setelah ATM ditempatkan di bawah kendali manusia penyerang, mereka dapat melakukan berbagai fungsi. Ini termasuk memanen data hasil curian atau bahkan mengeluarkan kotak uang.

Laporan Trustwave ditutup dengan kesimpulan, “Sangat merekomendasikan SEMUA lembaga finansial yang memiliki ATM untuk melakukan analisis lingkungannya guna mengenali apakah ada malware ini atau malware yang serupa.” Tentu saja, terserah pada lembaga finansial apa yang akan mereka lakukan setelahnya.

Juni 18, 2009 Ditulis oleh lukman hakim | Laptop, Programing, ilmu komputer, ilmu pengetahuan | , , , , , | 1 Komentar